Sekjen PBB Sebut, Distribusi Vaksin Covid-19 di Dunia Tak Adil

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres (Time Magazine)
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres (Time Magazine)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegur dunia atas distribusi vaksin Covid-19 yang tidak adil. Ia menyebut ketidakadilan vaksin itu sebagai hal yang vulgar dan memberi dunia “nilai F dalam Etika”.

“Ini adalah tuntutan moral dari keadaan dunia kita. Ini tidak sopan. Kita lulus dalam ujian sains, tetapi kita mendapat nilai F dalam Etika,” kata Guterres pada Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (21/9), seperti dikutip Antara dari Reuters.

Berbicara dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia itu, Guterres mengatakan gambar-gambar dari berbagai belahan dunia tentang vaksin yang kadaluwarsa, tidak digunakan dan berakhir di tempat sampah, menunjukkan “kisah zaman kita”.

Ia menyoroti bagaimana mayoritas negara yang lebih kaya telah diimunisasi sedangkan lebih dari 90 persen penduduk Afrika bahkan belum menerima satu dosis pun. Dari 5,7 miliar dosis vaksin virus korona yang diberikan di seluruh dunia, hanya 2 persen di antaranya yang disalurkan di Afrika.

Ia mendorong rencana global untuk memvaksin 70 persen populasi dunia pada paruh pertama tahun depan. Guterres, yang akan memulai masa jabatan kedua sebagai Sekjen PBB selama lima tahun ke depan pada 1 Januari 2022, juga memperingatkan tentang meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Ia khawatir persaingan antara kedua negara adidaya tersebut akan membawa dunia menuju menuju dua setelan aturan ekonomi, perdagangan, keuangan, dan teknologi yang berbeda; dua pendekatan yang berbeda dalam pengembangan kecerdasan buatan; dan pada akhirnya dua strategi militer dan geopolitik yang berbeda pula. “Ini mungkin menjadi bencana. Ini akan jauh lebih sulit diprediksi daripada Perang Dingin,” ujar Guterres. (*)

  • Dipublish : 22 September 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami