Sekjen PBNU: Indonesia Kehilangan Tokoh Panutan dan Pengayom Umat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah dirundung duka. Pasalnya, Mustasyar PBNU Kiai Haji Maimun Zubair, hari ini, Selasa, 6 Agustus 2019, telah berpulang ke Rahmatullah

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU ‎Helmy Faishal Zaini‎ mengatakan, Mbah Moen -sapaan akrab Kiai Maimun Zubari meninggal di Makkah sekira pukul 04.17 waktu setempat.

“PBNUmenyampaikan Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Berduka yang sangat mendalam. Indonesia kehilangan tokoh panutan, pemimpin dan pengayom umat,” ujar Helmy kepada JawaPos.com, Selasa (6/8).

Menurut Helmy, bangsa Indonesia kehilangan tokoh yang penuh sikap kebersahajaan. Semoga sikap teladan Mbah Moen dapat diteruskan para kader-kader bangsa. “Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafannya dan menempatkannya di surga yang terbaik,” katanya.

Kepada umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama, Helmy juga mengajak bersama-sama melaksanakan Salat Ghoib dan membacakan surat Al Fatihah untuk Mbah Moen. Semoga senantiasa ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT.

Menurut Helmy, Mbah Moen merupakan sosok yang gigih untuk memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan ke-Indonesiaan. Salah satu upaya penting yang dilakukan oleh Mbah Moen adalah menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan sebuah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT.

“Hal itu atas perjuangan yang penuh dengan kesungguhan dan menghapuskan penjajahan,” ungkapnya.

“Semoga jejak keteladanan yang diwariskan oleh Kiai Haji Maimoen Zubair bisa kita serap sebagai pelajaran untuk menghadapi tantangan zaman di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Sekadar informasi, Mbah Moen lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928. Almarhum meninggal dunia di Makkah, 6 Agustus 2019, dalam usia 90.

Mbah Moen tak hanya dikenal sebagai ulama, almarhum juga tercatat sebagai seorang politikus. Sebelum wafat, Almarhum tercatat sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.

Saat ini Mbah Moen menjabat sebagai Mustasyar PBNU ‎termasuk juga sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Mbah Moen pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Mbah Moen tercatat pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode.‎ (jp)

 

 

Sumber: jawapos.com

 

  • Dipublish : 6 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami