Sekjen PDIP: KPK Datangi Kantor DPP PDIP, Tapi Tak Ada Penyegelan Dan Penggeledahan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memastikan tidak ada penyegelan dan penggeledahan di kantor DPP PDIP Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya tersiar kabar lembaga antirasuah itu akan menggeledah kantor PDIP terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada komisioner KPU Wahyu Setiawan.

“Jadi informasi terhadap penggeledahan, terhadap adanya penyegelan itu tidak benar,” kata Hasto di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).

Kendati demikian, Hasto membenarkan adanya kedatangan pihak KPK ke kantor DPP PDIP. Namun, penyidik tidak melalukan penyegelan dan penggeledahan karena tak disertai surat perintah.

“Bedasarkan laporan kepala sekretariat dari PDIP tadi memang datang beberapa orang (ke DPP),” jelasnya.

Hasto juga memastikan, tidak ada niat dari partai menghalangi kerja KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. Namun, upaya penegakan hukum juga harus dijalankan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Begitu itu dipenuhi, ya tentu saja seluruh jajaran PDIP akan ikut membantu kerja dari KPK. Karena itu misi yang sangat baik,” lanjutnya.

Hasto mengaku memahami bahwa KPK tengah mengembangkan kasus OTT yang menjerat komisioner KPU Wahyu Setiawan. Dia pun memastikan PDIP mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi.

“Sejak awal sikap PDIP sangat tegas, kami tidak kompromi terhadap berbagai tindak pidana korupsi. Itu adalah kejahatan kemanusiaan, partai terus melakukan edukasi, partai memberikan sanksi yang berat,” pungkasya.

Sebelumnya, komisioner KPU Wahyu Setiawan terjaring OTT KPK pada Rabu (8/1) siang. KPK menduga telah terjadi pemberian dan penerimaan suap.

“Iya benar, Komisioner KPU atas nama WS (Wahyu Setiawan),” kata Ketua KPK Firli Bahuri dikonfirmasi, Rabu (8/1).

Firli menyampaikan, tim satgas penindakan KPK turut meringkus pemberi dan penerima suap dalam operasi kedap tersebut. Namun, dia belum menjelaskan secara rinci terkait penerimaan suap tersebut.

“Pemberi dan penerima suap kita tangkap,” terang Firli.

KPK juga turut mengamankan seorang politikus dalam OTT terhadap Wahyu Setiawan. Namun, belum diketahui sosok politikus tersebut.

“Saya dapat infomasi empat orang yang disebutkan hanya WS, ada politikus siapa namanya, saya belum dapat namanya,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (8/1) malam.

  • Dipublish : 10 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami