Sekolah di Wilayah Kepulauan Makassar Kekurangan Guru

Ilustrasi/ist
Ilustrasi/ist
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id, MAKASSAR — Beberapa sekolah di Kepulauan Sangkarrang Makassar masih membutuhkan tenaga pendidik yang memadai.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kecamatan Sangkarrang, Makassar, Hasanuddin, mengatakan, daerah ini masih dianggap terpinggirkan utamanya menyangkut pendistribusian guru yang timpang dibanding daerah lain.

“Ini sudah menjadi masalah lama, jadi kita minta di pulau ini diberikan guru yang baguslah karena rata-rata sekolah kita ini ada yang kekurangan, utamanya tenaga ASN,” katanya.

Dia mengatakan total ada 15 sekolah, dengan rincian 8 SD, 3 SMP dan 2 sekolah satu atap (Satap) dan 2 SMA baik negeri maupun swasta yang tercatat di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Dengan ASN hanya sebanyak 50 orang. Jumlah tersebut menurutnya sangat minim.

Kata dia, beberapa sekolah bahkan hanya memiliki dua ASN untuk mengakomodir satu sekolah. Hasanuddin mengatakan, kepulauan setidaknya masih membutuhkan 50 tenaga pendidik untuk membuat kualitas pendidikan sekolah kepulauan bisa lebih baik.

Minimnya tenaga ASN guru tersebut diakibatkan ASN yang ditempatkan merasa tidak betah. Padahal, kata dia, ASN mestinya siap mengabdi di mana pun.

“Itu banyak tenaga kependidikan hanya satu tahun sudah mau kembali ke kota. Jadi harusnya orang kepulauan yang diangkat,” ujarnya.

Sehingga, dia meminta agar penerimaan ASN/PPPK porsi guru di kepulauan bisa diutamakan dibanding daerah lain di Makassar.

Terpisah, Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar Abdul Wahid mengakui persoalan ini masih belum mampu diselesaikan oleh pemkot.

“Selama ini memang kendala utama itu tidak ada keinginan guru yang ditempatkan itu menetap dalam masa mengajar. Dan jelas ini tidak efektif, jalannya keseharian mereka pasti terkendala, jadi mobilenya mereka itu tidak efektif,” tuturnya.

Dia juga mendukung agar BKPSDM bisa memberdayakan tenaga guru untuk kepulauan. Apalagi penerimaan CPNS tahun ini tengah berlangsung.

“Memang kalau ada orang di situ (warga lokal) keuntungannya itu. Jadi saya kira perlu ada pertimbangan juga dari Pemkot,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pendidikan sebagai kebutuhan pokok anak mestinya mampu dirasakan secara menyeluruh dengan kualitas yang tidak diragukan di semua sekolah. (fajar/jm)

  • Dipublish : 5 Agustus 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami