Sekolah SMA/SMK Negeri Dilarang Pungut SPP

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Facebook Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Facebook Khofifah Indar Parawansa
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan, bagi seluruh sekolah SMA dan SMK di Jawa Timur untuk tidak melakukan penarikan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

Sebab, SPP bagi SMA dan SMK negeri di Jatim gratis. Untuk itu, ia meminta masyarakat melaporkan ke Dinas Pendidikan setempat jika menemukan SMA atau SMK negeri yang menarik biaya SPP.

“Bagi siapa saja yang menemui pelanggaran di sekolah terkait SPP maka laporkan,” ujar Khofifah, Rabu (8/7)

Khofifah menegaskan, bahwa biaya SPP yang diperuntukkan bagi seluruh siswa SMA/SMK Negeri di Jatim sudah dibebaskan. Denagn demikian, sekolah tidak boleh melakukan pungutan kepada siswa, khususnya peserta didik baru dalam bentuk dan nama apapun.

“Program SPP gratis ini sudah berjalan sejak 2019. Jadi sekolah tidak diperkenankan memungut rupiah sepeser pun dari siswa,” tegasnya.

Khofifah menjelaskan, pengganti SPP untuk SMA dan SMK Negeri di Jawa Timur dapat dioptimalkan dari penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan dana APBD Provinsi Jawa Timur dalam bentuk Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) Tahun Anggaran 2020.

“Sedangkan, untuk SMA/SMK swasta, Pemprov Jatim hanya memberikan subsidi khusus sehingga tidak akan digratiskan secara penuh. Tujuannya, untuk menekan jumlah anak putus sekolah di Jatim,” pungkasnya. (der/fin)

 

  • Dipublish : 8 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami