Sekolah Tatap Muka, Produksi Minuman Herbal untuk Pencegahan Covid-19

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (baju putih) berkunjung ke SMK Model PGRI 1 Mejayan. (Dokumentasi SMK Model PGRI 1 Mejayan)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (baju putih) berkunjung ke SMK Model PGRI 1 Mejayan. (Dokumentasi SMK Model PGRI 1 Mejayan)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah sekolah di Jawa Timur mulai menyelenggarakan sekolah tatap muka. Diantaranya SMK Model PGRI 1 Mejayan, Kabupaten Madiun. Menariknya untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penularan Covid-19, sekolah membuat minuman herbal sendiri.

Kepala SMK Model PGRI 1 Mejayan Sampun Hadam mengatakan sekolah tatap muka sudah mereka gelar sejak 2 Juli lalu. “Sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan ketat,” katanya saat diwawancarai Sabtu (19/9).

Untuk mencegah penularan Covid-19 dan keselamatan siswa dan guru diatur sejumlah ketentuan. Diantaranya adalah tetap jaga jarak. Lalu sekolah dibagi tiga gelombang tiap hari.

Selain itu mereka juga memproduksi minuman herbal untuk dikonsumsi keluarga besar sekolah. “Terbuat dari rempah, bunga rosela, buah manggis, dan daun jati,” katanya. Dia berharap dengan menjalankan protokol kesehatan ditambah minuman herbal itu, guru, siswa, dan yang lainnya di sekolah tetap sehat dan tidak tertular Covid-19.

Untuk diketahui jumlah kasus positif Covid-19 di Madiun cukup rendah dibanding daerah lainnya di Jawa Timur. Data per 18 September tidak ada kasus baru Covid-19 di kota pecel itu. Sementara itu data kumulatif Covid-19 di sana ada 104 kasus. Jumlah yang sembuh ada 86 orang dan yang meninggal tercatat tiga orang.

Lebih lanjut Sampun mengatakan Jumat (18/9) kemarin sekolahnya dikunjungi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. “Gubernur datang dalam rangka peninjauan percobaan penyelenggaraan pendidikan new normal,” jelasnya. Selain itu Khofifah juga meresmikan pembangunan gedung industri mobil listrik UMKM Mokasi (Mobil Kampung Pesilat) inovasi peserta didik SMK Model PGRI 1 Mejayan.

Saat ini jumlah mobil listrik UMKM Mokasi yang sudah jadi ada empat unit. Lalu ada tiga unit mobil listrik pesanan SMK PGRI 13 Surabaya. “Kami dukung SMK Model PGRI 1 Mejayan untuk mengembangkan mobil listrik ke depan. Upaya itu, akan membantu pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi saat ini,” kata Khofifah. (jp)

  • Dipublish : 19 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami