Sektor Pariwisata Sulit Ditolong

Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 saat ini yang dibutuhkan adalah bantuan pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus ini di Tanah Air yang semakin meluas.

Karena itu, menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ariyo Irhamna, pemerintah harus melakukan langkah-langkah yang tepat untuk memutus rantai penyebaran corona. Misalkan, memanfaatkan fasilitas-fasilitas milik pemerintah untuk tempat isolasi pasien positif virus corona.

“Sektor pariwisata tidak akan dapat ditolong, namun bisa membantu penanganan Covid-19, seperti mengalihfungsikan hotel-hotel jadi tempat isolasi diri, seperti yang sudah dilakukan oleh hotel milik BUMD Jakarta, dan Wisma Atlet, yang biayanya ditanggung pemerintah,” ujar dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (7/4).

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah meminta pemerintah untuk fokus dalam penanganan wabah corona yang jumlah korban meninggal maupun terinfeksi positif corona terus bertambah.

Berdasarkan data dari Juru Bicara pemerintah khusus penanganan virus corona Achmad Yurianto menyebutkan, umlah pasien yang positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia per 7 April 2020 jadi 2.738 orang. Dari jumlah itu, 221 orang di antaranya meninggal dunia dan 204 pasien dinyatakan sembuh. “Pemerintah fokus saja menanggulangi wabah. Di tengah wabah tidak Ada yang mau pariwisata,” ujar Piter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (7/4).

Sebelumnya, sebagai upaya menyelamatkan sektor pariwisata dari pandemi virus corona atau Covid-19, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio telah menyiapkan sejumlah langkah pengelolaan mitigasi krisis pariwisata.

Karena itu, Menparekraf Wishnutama telah menyiapkan jurus dalam mengangani krisis parisiwata. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Gugus Tugas Penanganan Covid-19. “Kita sudah siapkan tiga tahap pengelolaan mitigasi krisis pariwisata sesuai standar World Tourist Organization (UNWTO),” kata Wishnutama dalam rapat kerja virtual, kemarin (6/4).

Adapun langkah tahap pertama yakni tanggap darurat. Terdapat empat langkah yang dilakukan, yakni membentuk crisis center Covid-19, menunda seluruh promosi dan kegiatan pariwisata, bauran kebijakan lintas kementerian dan lembaga untuk industri parekraf, serta dukungan khusus dari Kemenparekraf denagan berbagai program kemasyarakat.

Total anggaran yang disiapkan oleh Kemenparekraf pada tahap tanggap darurat yakni Rp500 miliar. Anggaran itu diperoleh dari realokasi anggaran sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

Adapun tahap kedua yakni tahap pemulihan. Wishnutama menuturkan, pihaknya akan melakukan identifikasi dampak secara detail akibat wabah Covid-19. Ketiga diikuti dengan kegiatan publikasi dan promosi yang kembali diaktifkan sekaligus berbagai agenda pariwisata yang sempat tertunda. “Terakhir, tahap pemulihan ini akan dilakukan setelah pandemi Covid-19 dinyatakan selesai oleh pemerintah pusat,” tukas Wishnutama.

Sebagaimana diketahui, imbas Covid-19 secara global yang pertama terkena dampak adalah industri pariwisata. Devisa negara dari sektor pariwisata terjun bebas. Implikasi lainnya, puluhan ribu pekerja di sektor tersebut di kawasan Asia terancam dirumahkan.(din/fin)

  • Dipublish : 8 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami