Seleksi CPNS, Peserta Bebas Memilih Nilai

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR – Peserta seleksi CPNS 2019 yang pernah ikut seleksi tahun lalu, bisa memilih nilai. Antara nilai yang diperoleh tahun ini atau mau menggunakan nilai tahun lalu.

Namun, nilai yang bisa dipilih hanya hasil Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD. Aturan ini masih digodok dan didiskusikan untuk bisa diterapkan pada seleksi CPNS 2019.

Kepala Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Harun Arsyad menjelaskan, peserta yang sudah memenuhi ambang batas passing grade, tetapi tak lolos tahun lalu, bisa menggunakan nilainya untuk seleksi tahun ini.

“Kalau nilai SKD 2018 lebih bagus ketimbang nilai SKD tahun ini, bisa dipakai. Jadi tinggal pilih saja,” urai Harun, Jumat, 25 Oktober.

Namun, Harun menerangkan, rencana penerapan aturan seleksi itu masih dalam tahap diskusi. Belum ada kepastian akan disetujui atau tidak.

Harun memprediksi aturan kelulusan seleksi CPNS 2019 tak jauh beda tahun lalu. Salah satunya yang berkaitan tentang passing grade.

Harun menjelaskan, belum ada keputusan resmi penetapan passing grade. Akan tetapi, nilainya kemungkinan tak akan jauh beda dengan tahun lalu.

BKN dan KemenPAN-RB sudah mengantisipasi adanya potensi ketidaklulusan peserta dalam satu formasi. Semua akan dimasukkan dalam petunjuk teknis pelaksanaan yang segera ditetapkan bulan ini.

“Kita tunggu saja aturan resminya. Memang kemarin sudah dapat penyampaian awal, tetapi jangan sampai ada evaluasi lagi,” bebernya kepada FAJAR, kemarin.

Begitu juga dengan bobot persentase penentu kelulusan. Bobot penilaian terdiri 40 persen dari nilai Seleksi Kompetensi Dasar serta 60 persen dari Seleksi Kompetensi Bidang.

Aturan lain terkait batas usia. “Rencananya, untuk formasi dokter, dokter gigi, spesialis, dokter pendidik, usia maksimal pelamar 40 tahun. Begitu pun dengan dosen, peneliti, perekayasa dengan kualifikasi S3,” jelasnya.

Calon pelamar berpendidikan Strata 1, program studinya harus terakreditasi pada BAN-PT dan/atau

Pusdiknakes/ LAM-PTKes pada saat kelulusan. Dibuktikan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah.

Kepala BKD Sulsel, Asri Sahrun Said menambahkan, pihaknya sementara berkomunikasi dengan KemenPAN-RB dan BKN untuk formasi khusus. Ada disabilitas serta, formasi khusus lain yang meski disiapkan.

“Sekarang kan sisa persoalan juknis. Kami juga sudah siap. Sisa komunikasi dengan BKN terkait kesiapan pelaksanaan dan pengumuman seleksi,” tambahnya.

(*)

  • Dipublish : 26 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami