Seluruh Korban Ditemukan, Operasi SAR Pascalongsor Sumedang Dihentikan

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ketika melakukan evakuasi korban longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (16/1). (Kantor SAR Bandung/Antara)
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ketika melakukan evakuasi korban longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (16/1). (Kantor SAR Bandung/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id– Proses evakuasi korban lonsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dihentikan. Karena tim SAR berhasil menemukan seluruh korban jiwa yang berjumlah 40 orang.

“Merujuk data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (18/1) pukul 20.26 WIB. Total korban meninggal yang berhasil ditemukan mencapai 40 jiwa, data ini sesuai dengan laporan warga yang kehilangan keluarga dan kerabatnya akibat kejadian longsor tersebut,” Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Selasa (19/1).

Kendati demikian, sebanyak 1.119 warga masih mengungsi. Mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Masih mengungsi di Lapangan Taman Burung dan mengungsi mandiri di tempat kerabat yang aman dari dampak longsor,” ungkap Raditya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah menyatakan, ditemukannya seluruh korban meninggal operasi SAR dihentikan. Karena korban tekah berhasil ditemukan seluruhnya.

“Malam ini adalah pencarian terakhir dari penambahan waktu 3 hari, alhamdulillah di penambahan hari ke 10 ini seluruh korban berhasil ditemukan,” ucap Deden.

Menurut Deden, keberhasilan operasi SAR berkat kerja sama yang baik antar seluruh elemen, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan dan juga masyarakat.

“Keberhasilan ini adalah berkat sinergitas dan kerja sama yang baik antara semua unsur di lapangan, sehingga semua korban bencana berhasil dievakuasi di hari ke 10,” ujar Deden.

Meskipun operasi SAR telah dihentikan, namun tim gabungan akan kembali melakukan pencarian korban. Hal ini dilakukan jika ada masyarakat yang melaporkan kerabatnya yang hilang akibat longsor.

“Secara data pencarian telah selesai, tetapi jika ada masyarakat yang melaporkan kehilangan keluarga dan kerabatnya akibat longsor ini, kami akan sikapi dan tindaklanjuti,” lanjut Deden.

Deden memastikan, penanganan darurat masih terus dilakukan berdasarkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor pada 9 Januari – 29 Januari 2021 yang dikeluarkan oleh Bupati Sumedang.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Sumedang Eko Prastyo mengatakan, seluruh korban telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.

“40 korban yang ditemukan, seluruhnya berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dikebumikan,” pungkas Eko.

Sebagai informasi, longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terjadi pada Sabtu (9/1). Longsor terjadi dua kali yakni pada pukul 16.00 WIB dan longsor susulan terjadi pada pukul 19.00 WIB. (jp)

  • Dipublish : 19 Januari 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami