Sempat Dipulangkan, Santri di Aikmel Ternyata Positif Korona

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SELONG,- Empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dipulangkan pada 10 April lalu tiba-tiba bikin khawatir. Karena salah satu dari empat PDP itu tiba-tiba dinyatakan positif korona dalam data percepatan penanganan Covid-19 Provinsi NTB. “Ya, ada perbedaan di sana,”  kata Kadikes Lotim dr HM Hasbi Santoso, Minggu (12/4).

Tentu membingungkan. Saat itu, jubir gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lotim Pathurrahman mengatakan empat pasien dipulangkan karena sudah sembuh. Selain itu, hasil dua kali swab negatif. Namun hal itu berbeda dengan apa yang kemudian disampaikan pemprov

Pasien yang dipulangkan tersebut adalah MA, 14 tahun. Sementara di data provinsi, ia berinisial MAS, 14 tahun dari Aikmel. MA atau MAS dinyatakan positif  akibat kontak erat dengan pasien 01. “Kelirunya provinsi, itu dilihat dari hasil uji 5 April. Sedangkan kita 8 April,” jelas Hasbi membenarkan jika MA dan MAS adalah orang yang sama.

Kata Hasbi, MA adalah santri di Ponpes milik 01 dan 02. Kondisinya memang sudah membaik dan tim RSUD Selong telah memulangkannya sesuai SOP.  Namun perlu diketahui, pulang yang dimaksud bukan berarti ke rumahnya dan begitu saja melakukan kontak dengan orang lain.

MA dipulangkan ke tempat karantinanya bersama penghuni ponpes lainnya di Aikmel. “Di sana kita siapkan ruangan khusus. Tidak boleh bertemu dulu dengan yang lain,” terangnya.

Secara prosedur, Hasbi menegaskan, MA baru bisa pulang ke rumah bersama dengan kluster ponpes Aikmel lainnya. Karena sampai saat ini pasien 02 yang merupakan pimpinan ponpes saja masih dalam perawatan. “01 saja belum kami perbolehkan pulang ke Lotim,” jelasnya.

 

Sementara itu, Hasbi belum bisa menerangkan kepastian apakah MA positif atau negatif. Ia menjelaskan akan melakukan koordinasi kembali dengan provinsi.

 

Terpisah, Sekretaris gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 HM Juaini Taofik juga menerangkan hal yang sama. Pihaknya sedang mengkoordinasikan perbedaan data tersebut. “Saat ini kami masih melakukan komunikasi intensif mengenai hal itu,” jelas Taofik. (tih/r5/lombokpost.jawapos.com)

  • Dipublish : 14 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami