Semua Pasien Positif Virus Korona di Makau Berhasil Disembuhkan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

TIONGKOK,- Saat wabah virus Korona jenis baru atau COVID-19 makin meluas di luar Tiongkok, kabar melegakan datang dari Makau. Wilayah dengan status sebagai Daerah Administratif Khusus sebagai konsekuensi kebijakan Satu Negara Dua Sistem di Tiongkok tersebut mengumumkan bahwa semua pasien positif virus Korona di wilayah mereka berhasil disembuhkan.

Pasien positif virus Korona terakhir di Makau yang berhasil sembuh sudah dipulangkan dari rumah sakit pada Jumat (6/3). Wilayah yang menjadi pusat kasino itu melaporkan tidak mencatat infeksi baru selama lebih dari satu bulan.

Otoritas kesehatan Makau mengumumkan bahwa pasien terakhir virus Korona yang berhasil disembuhkan adalah wanita berusia 64 tahun. Dia kemudian dikirim ke pusat kesehatan umum untuk isolasi lebih lanjut pada sore harinya. Ini artinya, semua pasien virus Korona di Makau berhasil sembuh. Makau mencatat 10 pasien positif virus Korona dan sekarang semua sembuh serta tak ada kasus infeksi baru.

Makau menyusul Vietnam yang juga berhasil menyembuhkan semua pasien virus Korona. Vietnam juga melaporkan tak muncul kasus baru.

“Sekarang, Makau tidak memiliki pasien, nol kasus serius, nol kematian, dan nol infeksi di rumah sakit,” sebut Lei Chin-ion, Direktur Biro Kesehatan Makau seperti dilansir South China Morning Post.

Sejak 4 Februari 2020, Makau belum mencatat adanya infeksi baru virus Korona. Lei menyebut keberhasilan itu merupakan upaya keras dari pekerja garis depan di biro kesehatan dan dukungan dari departemen lain. Sejak Makau mengkonfirmasi kasus pertamanya pada 22 Januari 2020, langkah-langkah untuk memerangi virus mematikan itu langsung dilakukan.

Salah satu kebijakan yang dipuji secara luas adalah sistem jatah terkait ketersediaan masker. Itu dilakukan Makau untuk mencegah orang menimbun masker bedah. Warga hanya dapat membeli maksimal 10 masker setiap 10 hari di apotek yang telah ditunjuk. Sisi baiknya, semua warga bisa mendapatkan masker karena harganya tetap normal.

Kebijakan di Makau berbeda dengan di Hongkong. Di sana, pembeli memborong stok di rak-rak yang mengakibatkan harga masker meroket. Hal itu membuat orang-orang termasuk orang tua rela mengantre selama berjam-jam dalam cuaca dingin hanya untuk mendapatkan persediaan masker yang terbatas. Bahkan, banyak yang tidak mampu membeli karena harganya meroket.

Polisi Makau juga melakukan langkah tegas. Polsisi menggeledah hotel dan mendeportasi orang-orang dari provinsi Hubei, Tiongkok, pusat penyebaran wabah virus Korona.

Sebelumnya, saat virus Korona menjangkiti Makau, kota tersebut menjadi sepi. Padahal, pusat judi tersebut sebelumnya selalu ramai. Chief Executive Ho Iat-seng memutuskan menangguhkan kasino dan operasional perjudian lainnya termasuk bar, bioskop, dan panti pijat selama 15 hari sejak 4 Februari. Itu dilakukan untuk menahan penyebaran virus.

Makau sebagai pusat perjudian terbesar di dunia memiliki 41 kasino dan mempekerjakan lebih dari 57.000 staf penuh waktu berdasar data pada 2018. (jp/jm)

  • Dipublish : 7 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami