Serawak Mendapat Kiriman Asap KARHUTLA

PEMADAMAN: Anggota Satbrimobda Polda Kalteng memadamkan api di lahan areal Bandara Tjilik Riwut, Senin (12/8) (DENAR/KALTENG POS)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Di Sumatera dan Kalimantan, titik api masih muncul. Di Jawa, kebakaran di kawasan Gunung Ciremai dan Sumbing (serta di Batukaru, Bali) juga belum berhasil dipadamkan.

Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), karhutla terjadi setidaknya di enam provinsi.

Masing-masing Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bahkan, kemarin (13/8) sempat terdeteksi sebaran kabut asap keluar dari batas wilayah negara atau biasa dikenal dengan fenomena transboundary haze. Asap dari karhutla di Kalbar menyeberang hingga ke Serawak, Malaysia.

Plh Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, berdasar citra Satelit Himawari yang diunggah ke laman BMKG, asap yang berasal dari karhutla di wilayah Kalimantan Barat menyeberang hingga Serawak, Malaysia. Berdasar data itu pula, menunjukkan arah angin di Sumatera dan Kalimatnan pada umumnya dari tenggara ke barat laut-timur.

BMKG juga melaporkan bahwa kualitas udara di Riau dan Kalsel berada pada titik sedang dengan konsentrasi PM10 60 sampai 100. Udara di Kalteng sempat menyentuh angka tidak sehat dengan indeks PM10 mencapai angka 150-an. Udara di Palangka Raya bahkan mencatatkan kategori merah alias sangat tidak sehat dengan indeks PM10 mencapai angka 282,2.

Kemarin Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala BNPB Doni Monardo meninjau penanganan karhutla di Riau. Menggunakan dua helikopter milik TNI-AU, rombongan pejabat pemerintah pusat yang didampingi Gubernur Riau Syamsuar itu menuju Kabupaten Pelalawan. Tepatnya di Kawasan Technopark Kecamatan Langgam.

Di lokasi itu telah menunggu Bupati Pelalawan M. Harris. Rombongan lantas bergerak menuju lokasi karhutla di Dusun Bedaguh, Kelurahan Langgam. Meski tidak lagi ditemukan titik api, kebakaran di lahan gambut tersebut masih mengeluarkan kepulan asap.

Siti Nurbaya menjelaskan, kebakaran yang terjadi di wilayah Provinsi Riau, khususnya kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), merupakan yang terparah di wilayah Sumbagut (Sumatera bagian utara) bagian tengah. “Berdasar laporan pihak Polda Riau serta Polres Pelalawan, ada seluas 599,75 hektare lahan yang terbakar di Pelalawan,” ungkapnya.

Dari jumlah tersebut, 230 hektare lahan yang terbakar berada di kawasan TNTN. Di antaranya 100 hektare di Desa Kusuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, dan 132 hektare di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui.

“Kami telah mempersiapkan langkah-langkah penyelesaian kebakaran TNTN dari segala aspek. Seperti penguasaan lahan oleh berbagai pihak yang akan dilakukan upaya penegakan hukum,” sambungnya.

Di Riau, lanjut Siti, ada 29 kasus karhutla yang telah disidik dan dilakukan penetapan tersangka. Salah satunya merupakan tersangka korporasi, yakni PT Sumber Sawit Sejahtera. Pihak KLHK kini juga sedang mengumpulkan data-data terkait korporasi yang diduga lalai dalam menjaga area konsesinya dari karhutla.

“Kami sudah ada record-nya, ada beberapa. Termasuk yang di Tesso Nilo, sudah ada sebelas kasus yang tengah diproses. Dan kami telah menginstruksi tim Ditjen Gakkum (KLHK), khususnya di wilayah Sumatera, untuk turun ke lapangan melakukan observasi,” jelas Siti. Mantan sekretaris jenderal DPD itu menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah memberikan peringatan keras terhadap 55 perusahaan di seluruh Indonesia terkait karhutla.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, meski titik api tidak terlalu besar, tim gabungan tetap berupaya agar kebakaran tidak meluas. “Upaya pemadaman api dengan menggunakan heli melalui water bombing, kami melihatnya sudah efektif,” ucapnya.

Tim gabungan akan terus memantau, terlebih saat masuk kemarau panjang hingga akhir September. Jika diperlukan, pesawat Hercules akan diturunkan dalam operasi pemadaman. Selain itu, upaya memodifikasi cuaca menjadi salah satu opsi untuk memadamkan kebakaran. “Intinya, persiapan Hercules dan modifikasi cuaca ini merupakan langkah terakhir kita untuk melakukan pemadaman api jika dalam satu pekan terakhir ini api di Riau tidak padam,” ucap Hadi.

Di Palangka Raya, Kalteng, Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto bersama Kabaintelkam Komjen Pol Agung Budi Maryoto memantau karhutla melalui udara. Bukan hanya itu, rombongan juga meninjau langsung lokasi lahan terbakar di Jalan Adonis Samad yang berjarak kurang dari 500 meter dari landasan pacu Bandara Tjilik Riwut.

Menjawab Kalteng Pos terkait adanya upaya terorganisasi dalam pembakaran lahan tersebut, Ari Dono menyebut ada bermacam alasan. Ada yang mengaku disuruh untuk mendapatkan upah. “Ada yang memang untuk kebutuhan pribadi. Satu perkara korporasi yang sudah ditangani sudah pasti ada operatornya,” ungkap lulusan Akpol 1985 itu.

Selain di Kalimantan dan Sumatera, karhutla terjadi di Bali, yakni di sekitar kawasan puncak Gunung Batukaru, Tabanan. Kebakaran terdeteksi sejak Senin (12/8).

Berdasar laporan Pusdalops BNPB, pukul 06.00 kemarin api berhasil dipadamkan personel gabungan. Namun, personel di lapangan masih melihat ada bara api di bekas kawasan terbakar. Pantauan dari tim gabungan, ditemukan dua titik api di dua lokasi yang berbeda di sekitar puncak gunung.

Plh Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, hingga saat ini kebakaran di Gunung Sumbing, Ciremai, dan Batukaru belum bisa dikatakan padam. Hanya kawasan Gunung Arjuno-Welirang yang sudah dinyatakan padam. “Untuk Batukaru, api sudah tidak ada. Namun, masih ada bara api yang memungkinkan menyala jika terkena angin. Saat ini tim gabungan masih di puncak untuk pemadaman secara manual,” ujarnya.

Untuk sementara baru tiga helikopter water bombing yang disiagakan BNPB di Pulau Jawa. Sisanya dikerahkan ke Sumatera dan Kalimantan. Meski tidak terdeteksi kebakaran, BNPB juga menyiagakan satu helikopter di Aceh.

Agus menyatakan, BNPB berencana menambah kekuatan udara untuk menghadapi ancaman karhutla yang lebih besar. Sebelumnya 34 unit helikopter telah beroperasi di beberapa wilayah di Indonesia. Hingga saat ini total helikopter yang mendukung operasi pemadaman berjumlah 36 unit dengan perincian 28 unit untuk water bombing dan 8 lainnya untuk patroli.

Untuk pemadaman darat, total personel gabungan yang terlibat dan tersebar di sejumlah wilayah mencapai 9.072 orang. “BMKG memprediksi kemarau masih akan berlangsung hingga Oktober. Kondisi ini mendorong sinergi multipihak untuk melakukan penanganan karhutla yang lebih optimal,” tutur Agus kemarin.

Data dari Lapan per Selasa (13/8) pukul 16.00 WIB menunjukkan bahwa titik panas dengan tingkat kepercayaan 30 persen tersebar di 416 titik di seluruh wilayah Indonesia. Sebaran titik panas terbanyak di Kalteng, yakni 144 titik. Kemudian Kalbar 104 titik dan Riau 56 titik. (jp)

 

Sumber: jawapos.com

  • Dipublish : 14 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami