Seribu Jamaah Haji di Arab Saudi Lakukan Tahapan Ibadah Mulai 29 Juli

Jamaah haji dari berbagai negara saat melempar jumrah aqabah di Mina pada ibadah haji tahun lalu. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
Jamaah haji dari berbagai negara saat melempar jumrah aqabah di Mina pada ibadah haji tahun lalu. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Arab Saudi  – Pandemi Covid-19 membuat Arab Saudi membatasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2020. Arab Saudi mengambil kebijakan yakni ibadah haji diperbolehkan hanya jamaah dari dalam negeri saja. Jumlahnya seribu jamaah. Tahapan ibadah akan dimulai pada 29 Juli mendatang.

Jumlah jamaah yang turun secara dramatis untuk peziarah Muslim itu tentu berbeda dengan ibadah tahunan di Makah yang biasa didatangi 2,5 juta jamaah dari seluruh dunia. Haji tahun ini akan diadakan di bawah protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat. Dan terbatas hanya untuk jamaah di bawah 65 tahun serta tanpa penyakit kronis.

“Puncak dari ritual haji, jatuh pada Kamis,” kata kantor resmi Saudi Press Agency seperti dilansir dari Middle East Eye, Selasa (21/7).

Pengumuman itu mengindikasikan bahwa pada Rabu akan menjadi hari pertama acara tahunan. Bulan lalu, Arab Saudi mengumumkan tetap mengadakan haji yang sangat terbatas. Sebuah keputusan yang penuh dengan tantangan politik dan ekonomi saat memerangi pandemi Coronavirus.

Para pejabat pelaksanaan ibadah haji mengatakan bahwa ziarah akan dibatasi untuk 1.000 jamaah. Dari jumlah itu, 70 persen adalah warga asing yang memang sudah berada di Arab Saudi sebelum pandemi dan sisanya warga Arab Saudi. Beberapa jamaah lain mungkin akan ikut ambil bagian. Namun, ritual itu akan dibatasi untuk para profesional medis dan personel keamanan yang telah pulih dari Covid-19.

Keputusan untuk mengecualikan jamaah yang datang dari luar Arab Saudi adalah yang pertama dalam sejarah modern kerajaan. Situasi ini telah memicu kekecewaan di kalangan Muslim di seluruh dunia, meski banyak yang harus memakluminya karena adanya pandemi.

Para jamaah haji akan diuji tes Covid-19 sebelum tiba di Makah dan diharuskan untuk karantina di rumah setelah ritual.

Seperti diketahui, infeksi dan kematian akibat Covid-19 di Arab Saudi meningkat pada akhir Mei setelah pembatasan dibuka. Jamaah haji yang dibatasi merupakan kehilangan besar pendapatan bagi kerajaan.
Ziarah Umrah sepanjang tahun juga ditangguhkan pada Maret. (jp)

  • Dipublish : 22 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami