Serikat Pekerja Pertamina Menolak, Basuki Tjahaja Purnama: Dia Belum Kenal Saya

Basuki Tjahaja Purnama ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Budiono/Jawa Pos)
Basuki Tjahaja Purnama ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Budiono/Jawa Pos)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok akhirnya datang  untuk menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dirinya sebagai Komisaris Utama Pertamina. Dia pun menanggapi santai soal  penolakan Serikat Pekerja (SP) Pertamina mengenai pelantikan dirinya sebagai Komisaris Utama perusahaan migas pelat merah tersebut.

“Dia belum kenal saya,” ujar Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta pada Senin (25/11).

Ahok tiba Kementerian BUMN pada pukul 09.24 WIB dengan mengenakan batik berwarna cokelat. Kedatangan Ahok dalam rangka untuk menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dirinya sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Sebelumnya Pertamina akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB untuk mengangkat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama dan Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama pada Senin 25 November 2019.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan RUPSLB tersebut untuk mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi Pertamina.

Menteri BUMN, lanjutnya, telah mengusulkan nama-namanya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden kemudian telah mengeluarkan suratnya yang menyetujui usulan dewan komisaris serta dewan direksi yang telah diusulkan oleh Menteri BUMN.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Erick Thohir menyampaikan hal tersebut seusai berbicara empat mata dengan Presiden Jokowi di beranda Istana Merdeka sekitar 10 menit.

Ahok nantinya akan didampingi pak Wamen (Wakil Menteri BUMN) Pak Budi Sadikin menjadi wakil Komisaris Utama, serta direktur keuangan yang baru Emma Sri Martini) dari yang sebelumnya menjabat Dirut Telkomsel.

Menurut Erick, baik direksi maupun komisaris BUMN pun tidak boleh terafiliasi dengan partai politik. Terkait konsekuensi itu, Erick mengaku sudah membicarakannya dengan Ahok.(jp)

  • Dipublish : 25 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami