Serius Cegah Virus Corona, Arab Saudi Bolehkan Warga Salat Jumat hanya 15 Menit

Dalam sehari, semua pintu-pintu masuk ke Masjid Ka'ba dan Masji Nabawi, disterilkan sebanyal 7 kali. Proses sterilisasi dilakukan secara bergiliran oleh 330 pekerja dan 10 mesin. (Foto: saudigazette)
Dalam sehari, semua pintu-pintu masuk ke Masjid Ka'ba dan Masji Nabawi, disterilkan sebanyal 7 kali. Proses sterilisasi dilakukan secara bergiliran oleh 330 pekerja dan 10 mesin. (Foto: saudigazette)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

RIYADH – Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Dr. Abdullatif Al-Sheikh telah mengeluarkan arahan terkait pencegahan virus corona di Arab Saudi. Dalam imbauannya, semua Masjid agar menetapkan waktu durasi salat hanya dalam waktu 10 menit.

Ini termasuk menetapkan durasi waktu antara panggilan pertama untuk sholat (adzan) dan panggilan kedua untuk sholat (iqamah) hingga 10 menit di semua masjid di Arab Saudi.

Dikutip media saudigazette, dalam sebuah pernyataannya yang diterbitkan melalui akun twitter Kementerian pada Senin (9/3), otoritas juga mengarahkan waktu maksimal untuk salat Jumat hanya 15 menit. Termasuk di dalamnya khotbah dan doa.

Selain itu, menjelang Ramadan, otoritas Arab Saudi juga mengatur jam buka puasa, melarang I’tikaf. Serta melarang mengeluarkan makanan buka puasa untuk Jama’ah di tempat-tempat salat.

Arab Saudi kini tengah berupaya semaksimal untuk mencegah virus masuk dan menyebar.

Pihak Saudi pada Ahad kemarin, telah mengisolir wilayah Kota Qatif karena ada 15 warganya terinfeksi virus Corona

Saudi juga telah menangguhkan perjalanan ke 14 negara termasuk negara tetangganya yang terinfeksi virus Corona.

Saudi dengan tegas akan menghukum warganya yang ketahuan pergi ke Iran. Iran kini salah satu negara di Timur Tengah yang mempunyai kasus terjangkir virus corona terbanyak, yakni 237 orang yang telah meninggal akibat virus tersebut.

Pejabat di Arab Saudi mengungkapkan sebagian besar warganya terjangkit virus COVID-19 setelah bepergian ke Iran atau Irak. Kedua negara itu merupakan destinasi wisata bagi umat Muslim Syiah.

Dalam sehari, semua pintu-pintu masuk ke Masjid Ka’ba dan Masji Nabawi, disterilkan sebanyal 7 kali. Proses sterilisasi dilakukan secara bergiliran oleh 330 pekerja dan 10 mesin.

Seluruh proses dilakukan dengan cermat untuk memastikan keamanan jamaah dan pengunjung ke Masjidil Haram dengan memberantas semua virus dan mikroba yang terjebak di lantai dan permukaan fasilitas dan peralatan yang digunakan di Mataf. (fin)

  • Dipublish : 11 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami