Shinzo Abe Mundur Sebagai PM Jepang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Shinzo Abe secara resmi mengumumkan mundur sebagai Perdana Menteri Jepang. Dalam pernyataan resminya, Abe juga meminta maaf kepada rakyat Jepang tidak bisa menjalankan tugasnya hingga akhir.

Abe memutuskan mundur dari Perdana Menteri karena masalah kesehatan. Abe diketahui telah melawan penyakit olitis ulserativa selama bertahun-tahun.

Dalam dua bulan terakhir, Abe diketahui sudah lebih dari empat kali menjalani perawatan. Pria 65 tahun khawatir kondisi fisiknya akan mempengaruhinya dalam mengambil keputusan.

“Saya memutuskan untuk mundur dari jabatan perdana menteri. Keputusan ini diambil karena saya ingin menghindari masalah pada pemerintah karena kondisi kesehatan kronis yang memburuk,” ujar Abe, dalam siaran televisi NHK, Jumat (28/8).

“Saya dengan tulus meminta maaf kepada masyarakat Jepang karena telah meninggalkan jabatan saya dengan sisa satu tahun masa jabatan saya, dan di tengah kesengsaraan wabah virus corona,” lanjutnya.

Lantas, Pengunduran diri Abe yang tiba-tiba membuka berbagai kemungkinan untuk pengganti dirinya. Ketika ditanya siapa penggantinya, Abe menolak untuk menjawab.

Untuk di partainya sendiri, kemungkinan adalah wakil perdana menteri Taro Aso yang juga menjabat sebagai menteri keuangan atau sekretaris kabinet Yoshihide Suga.

Setelah terpilih ketua partai baru, berikutnya akan mengonfirmasi penerus Abe untuk menjabat perdana menteri sampai periode berakhir.

“Semua yang disebutkan sangat menjanjikan, tetapi saya tidak akan menyebutkan nama. Saya pernah bekerja sama dengan mereka dan mereka akan bersaing dalam hal kebijakan,” tegas Abe.

Abe sebelumnya melakukan pertemuan dengan para pimpin partai Liberal Demokrat (LDP). Sampai saat ini LDP belum menentukan ketua yang nantinya akan menjabat sebagai perdana menteri.

Abe pertama kali menjadi perdana menteri pada 2006 pada usia 52 – termuda di Jepang pascaperang. Tetapi dia mundur setelah sekitar satu tahun karena dia mulai menderita gejala yang parah.

Abe kembali pada Desember 2012 dan memimpin pemerintahan keduanya. Kondisinya tampaknya stabil, berkat pengobatan baru yang menekan peradangan. Masa jabatan Abe mencapai tujuh tahun delapan bulan.

Namun sumber mengatakan kelainan ditemukan saat Abe menjalani pemeriksaan pada Juni lalu. Mereka mengatakan tes di Rumah Sakit Universitas Keio pada 17 Agustus menemukan bahwa kondisinya memburuk.

Sumber tersebut mengatakan, pemeriksaan lanjutan satu minggu kemudian menunjukkan bahwa gejalanya mereda dengan penggunaan obat. Tetapi, dokter mengatakan Abe perlu melanjutkan pengobatan selama tahun mendatang.

Perdana menteri diyakini telah berpikir bahwa dia tidak boleh membiarkan kondisi fisiknya mengaburkan penilaian politiknya, dan memutuskan akan sulit baginya untuk tetap di jabatannya.

Pengunduran diri Shinzo Abe dari jabatan Perdana Menteri (PM) Jepang juga mengejutkan banyak pihak. Sejumlah pemimpin negara di dunia angkat bicara atas langkah yang diambil Abe.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, memuji pencapaian Abe selama menjalankan tugasnya sebagai perdana menteri. Boris juga mengapresiasi peran Abe dalam mempererat hubungan bilateral dua negara.

“@AbeShinzo telah mencapai banyak hal besar sebagai Perdana Menteri Jepang bagi negaranya dan juga dunia. Di bawah kepemimpinannya, hubungan Inggris-Jepang saling menguatkan dalam perdagangan, pertahanan, serta hubungan kebudayaan. Terima kasih untuk masa-masa pengabdiannya dan saya doakan bagi kesehatan Anda,” kicauan Boris Johnson di medsos Twitter.

Perdana Menteri Australia, Scott Morisson, menuliskan apresiasinya terhadap dedikasi Shinzo Abe selama menjabat Perdana Menteri Jepang. Bukan cuma kepentingan hubungan dua negara, Abe dinilai sebagai sosok yang perduli pada perdamaian dunia.

“Australia berterima kasih untuk persahabatan sejati yang kami dapatkan selama Shinzo Abe sebagai Perdana Menteri Jepang. Kepemimpinannya, kebijaksanannya, kecerdasan, dan visinya juara. Dia membawa perdamaian, kebebasan, dan kemakmuran bagi regional kami dan juga dunia secara luas,” tulis Scott Morrison lewat akun Twitter-nya.

Adapun Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton menyebut pengunduran diri Shinzo Abe sebagai kehilangan besar.

“Pengunduran di Shinzo Abe dari Perdana Menteri Jepang adalah sebuah kehilangan besar bagi Jepang dan Amerika Serikat. Dia adalah pemimpin dunia kelas satu dan salah satu sekutu terkuat Amerika Serikat. Doa yang terbaik untuk Anda!,” kicau akun @AmbJohnBolton.

Sementara itu, Pemerintah Rusia menyesalkan keputusan Shinzo Abe mundur dari Perdana Menteri Jepang. Rusia menilai Abe merupakan sosok yang mampu meredakan ketegangan di wilayah Asia-Pasifik.

“Shinzo Abe benar-benar memberikan kontribusi yang tak ternilai bagi perkembangan hubungan bilateral Rusia-Jepang,” kata juru bicara Presiden Vladimir Putin Dmitry Peskov dikutip dari AFP, Jumat (28/8/2020). (der/fin)

  • Dipublish : 29 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami