Siap-Siap! Ibu Hamil Bisa Divaksinasi

Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Vaksinasi sangat penting untuk mencegah munculnya penyakit yang parah. Terutama COVID-19. Semua orang perlu vaksin. Termasuk ibu hamil. Namun, sampai saat ini belum ada aturan khusus yang mengatur tentang vaksinasi bagi ibu hamil.

“Kami berharap surat edaran vaksinasi untuk ibu hamil bisa dikeluarkan pekan depan,” ujar Sekjen Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Profesor Budi Wiweko, di Jakarta, Jumat (30/7).

Menurutnya, POGI bersama Kementerian Kesehatan dan BKKBN saat ini sudah menyiapkan form pencatatan untuk memantau ibu hamil yang akan mendapatkan vaksinasi.

“Semoga nanti petunjuk teknisnya bisa segera dikeluarkan. Sehingga tidak ada lagi ibu hamil masuk dalam kategori eksklusif untuk dilakukan vaksinasi. Mudah-mudahan bisa minggu depan sudah bisa dikeluarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi ibu hamil,” jelasnya.

Bersama Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Kemenkes, POGI sudah menyelesaikan form skrining untuk ibu hamil.

Dia Budi menjelaskan sebelum melakukan vaksinasi, ibu hamil nantinya juga harus melakukan serangkaian skrining. Ini untuk memastikan ibu hamil tersebut tidak mengalami tanda-tanda preklamsia berat.

“Yang terakhir setelah dilakukan vaksin, tentu harus dilakukan pemantauan. Dengan catatan bagaimana dengan perkembangan bayi selama kehamilan. Begitu pula sampai persalinan,” paparnya.

Dia memastikan semua vaksin aman untuk ibu hamil. Hanya saja saat ini, penelitian vaksin untuk ibu hamil baru dilakukan oleh Pfizer dan Moderna.

“Memang berdasarkan semua studi di hewan, semua platform vaksin aman untuk ibu hamil. Tetapi, Pfizer dan Moderna ada tambahan dan kelebihan. Karena ada data pada ibu hamil,” tuturnya.

Vaksinasi untuk ibu hamil akan diberikan Sinovac dan AstraZeneca. Namun, tergantung dari ketersediaan stok vaksin. “Jenis vaksinnya bisa apa saja. Tetapi paling banyak Sinovac. Moderna itu khusus untuk nakes dosis ketiga,” pungkasnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 31 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami