Sidak Pangan Jelang Lebaran, Ternyata Banyak Makanan Kedaluwarsa

Tim sidak pengawasan pangan menemukan salah satu produk makanan tanpa masa kedaluwarsa di Luwes Gading. (Aris Wasita/Antara
Tim sidak pengawasan pangan menemukan salah satu produk makanan tanpa masa kedaluwarsa di Luwes Gading. (Aris Wasita/Antara
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id – Pemerintah Kota Surakarta menemukan banyak makanan kedaluwarsa pada kegiatan sidak pengawasan pangan jelang Lebaran. Kegiatan itu menyasar sejumlah pusat perbelanjaan.

Pada sidak di Luwes Gading Solo, tim gabungan sidak pengawasan pangan yang di antaranya terdiri atas Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Satpol PP, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, serta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian menemukan banyak makanan yang sudah tidak layak konsumsi. ”Kami temukan banyak makanan yang sudah kedaluwarsa. Seharusnya, tidak lagi dipajang di tempat penjualan. Harus disisihkan. Harus dimusnahkan,” kata Kepala Bidang Data dan Sumber Daya Kesehatan DKK Surakarta Sri Rahayu Susilowati seperti dilansir dari Antara pada Selasa (27/4).

Sesuai dengan aturan, menurut dia, makanan basah yang sudah lebih dari tujuh hari harus ada label kedaluwarsa. Petugas menemukan beberapa makanan, terutama curah, ada yang tercantum expired-nya. Namun kebanyakan tidak ada masa kedaluwarsanya.

”Karena ini kan curah sehingga setiap mau ganti makanan ya harus dikasih tanggal kedaluwarsanya agar konsumen tahu, ini makanan kapan, nanti kalau sudah lebih dari expired harus diganti,” terang Sri.

Oleh karena itu, dia meminta agar setiap hari pihak penjual menyeleksi dan melihat setiap kemasan dari makanan yang dijual. Sebab, setiap produk maupun merek tidak sama masa kedaluwarsanya.

”Jadi tidak boleh bercampur dengan makanan yang belum kedaluwarsa dan yang sudah kedaluwarsa tidak boleh dipajang di rak penjualan. Konsumen juga harus cerdas ketika memilih makanan yang akan dibeli, melihat fisiknya dulu, kapan expired date-nya, sudah lewat belum,” ujar Sri.

Selain itu, menurut dia, yang juga harus dipastikan adalah kemasan produk dan cara penyimpanan. Misalnya, apakah produk tersebut seharusnya disimpan di dalam suhu dingin namun penjual tidak melakukannya.

”Jika persyaratannya tidak terpenuhi, nah kelayakan makanan dinilai tidak bagus lagi. Ini menjadi perhatian bagi penjual, selain expired juga bagaimana cara menyimpan makanan tersebut, bisa dilihat dilabelnya, kalau harus di suhu ruangan ya harus dipenuhi,” papar Sri.

Sementara itu, terkait dengan temuan tersebut, tambah Sri, selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak manajemen toko.

”Mestinya ini harus dimusnahkan dan nanti ada berita acara yang harus ditandatangani bahwa nanti tidak ada lagi makanan kedaluwarsa di tempat penjual. Walau tidak banyak jumlahnya, semoga ini hanya karena human error karena ketidaktelitian sehingga menjadi evaluasi dan pengalaman yang baik bagi manajemen,” kata Sri. (jawapos/jm)

  • Dipublish : 28 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami