Siklon Tropis Seroja Diprediksi Meningkat dalam 24 Jam ke Depan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, siklon tropis seroja mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan. (antara)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, siklon tropis seroja mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan. (antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, siklon tropis seroja mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan. Hal ini diketahui berdasarkan analisis pada Rabu (7/4) pukul 01.00 WIB.

“Posisi Siklon Tropis Seroja berada di wilayah Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat, 12.3 LS, 118.8 BT atau sekitar 335 kilometer sebelah selatan-barat daya Waingapu,” Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Rabu (7/4).

Berdasarkan data yang diperoleh BNPB dari BMKG, sambung Raditya, arah gerak siklon ini terpantau menjauhi wilayah Indonesia menuju ke barat daya dengan kecepatan 6 knots atau 10 kilometer per jam.

“Berdasarkan data, kekuatan dari siklon tropis tersebut mencapai 35 knots atau 65 kilometer per jam dengan tekanan 995 hPa,” ucap Raditya.

Selanjutnya, prediksi dari hasil analisa tersebut, BMKG menyimpulkan posisi pergerakan siklon akan cenderung menuju Samudera Hindia sebelah selatan Bali, 14.4 LS, 115.7 BT atau sekitar 730 kilometer sebelah barat daya Waingapu dan menjauhi wilayah Indonesia.

“Adapun kekuatan dari siklon ini juga menguat hingga 40 knots atau 75 kilometer per jam dengan tekanan 994 hPa,” ungkap Raditya.

Kendati cenderung menjauhi wilayah Indonesia, tetapi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat maupun petir serta angin kencang dapat terjadi di wilayah Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa
Tenggara Barat.

“Serta hujan intensitas sedang di Nusa Tenggara Timur,” beber Raditya.

Kemudian BMKG juga memprakirakan dampak dari siklon tersebut juga akan memicu adanya gelombang setinggi 2.5-4.0 meter di Perairan barat Lampung Samudera Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan Perairan selatan Pulau Jawa hingga NTB, Samudera Hindia selatan Pulau Jawa hingga Bali, Perairan selatan Pulau Sumba hingga Pulau Rote.

“Selanjutnya, gelombang setinggi 4.0-6.0 meter berpeluang terjadi di Perairan selatan NTB hingga selatan Pulau Sumba,” ucap Raditya.

Melihat adanya hasil analisa dan prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG tersebut, Raditya meminta para pemangku kebijakan di daerah diharapkan dapat meningkatkan kapasitas. Serta mengambil tindakan yang dianggap perlu guna mitigasi dan pengurangan risiko bencana untuk ke depannya.

Selain itu, masyarakat juga diminta waspada dan dapat mengantisipasi segala sesuatu dalam kaitan potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca tersebut.

“Dalam hal ini, masyarakat diharapkan selalu memantau perkembangan data dan informasi prakiraan cuaca dari BMKG dan mengikuti segala arahan dari pihak berwajib,” pungkas Raditya. (jawapos)

  • Dipublish : 7 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami