Singapura Berlakukan Aturan Ketat dan Tambahan Biaya Bagi Pelancong

Ilustrasi para wisatawan asing yang masuk ke Singapura tengah didata oleh petugas (DESMOND WEE/ST)
Ilustrasi para wisatawan asing yang masuk ke Singapura tengah didata oleh petugas (DESMOND WEE/ST)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Singapura makin ketat memberlakukan aturan bagi pelancong atau wisatawan yang akan singgah. Mulai Senin (20/7), para pelancong yang memasuki Singapura dibebankan dengan biaya lain-lain selama masa pandemi Covid-19. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kunjungan transit di Jepang, Hongkong dan negara bagian Victoria Australia dalam 14 hari terakhir.

Pelancong dengan catatan riwayat kunjungan ke 3 negara itu akan diminta untuk ikut dalam pelayanan tinggal di rumah (SHN atau Stay Home Notice) di fasilitas khusus dan bukan di tempat tinggal mereka sendiri. Mereka juga harus menjalani tes Covid-19 sebelum mengakhiri SHN.

Langkah-langkah terbaru dilakukan karena 3 negara itu tercatat sebagai negara dengan gelombang kedua penyebaran virus Korona. Secara khusus, para pelancong yang meninggalkan Singapura dari 27 Maret, diharuskan membayar untuk menginap di fasilitas SHN khusus. Wisatawan yang bukan warga negara Singapura atau penduduk tetap juga diharuskan membayar untuk menginap di fasilitas khusus SHN.

The Straits Times melaporkan biaya 14 hari menginap adalah sekitar SGD 2.000 atau setara Rp 21 juta. Dan untuk tes Covid-19, setiap orang dikenakan biaya tambahan SGD 200 atau setara Rp 2 jutaan.

Pada konferensi pers virtual Jumat malam (18/7), Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong mengatakan bahwa gugus tugas multi-kementerian yang menangani Covid-19, terus meninjau dan memperbarui langkah-langkah perbatasan berdasarkan penilaian mereka terhadap situasi virus di seluruh dunia. Salah satunya catatan Singapura atas gelombang kedua di 3 negara tersebut.

“Di beberapa negara, Anda melihat kasus naik lagi. Itu belum dikontrol sama sekali dan kasus-kasus masih meningkat. Jadi kami benar-benar harus tetap waspada dalam hal langkah-langkah serta di dalam masyarakat kami, untuk terus memastikan bahwa kami mengendalikan infeksi dan mengendalikan penyebaran virus dalam masyarakat kami,” tutur Lawrence Wong seperti dilansir AsiaOne, Selasa (21/7).

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan ketika situasi global berevolusi, pihaknya akan terus memperbarui langkah-langkah perbatasan. Para pelancong yang berencana untuk memasuki Singapura harus siap untuk tunduk pada langkah-langkah perbatasan yang berlaku saat masuk.

“Termasuk pembayaran untuk masa inap mereka. Fasilitas SHN jika ada,” kata Kemenkes.

Selain itu, Warga Singapura juga diminta untuk tidak melakukan perjalanan untuk liburan tahun ini, meski perjalanan bisnis yang penting masih mungkin dilakukan. Lawrence Wong mengatakan agar semua orang menghindari liburan dan perjalanan.

Dia menambahkan bahwa meski situasi virus Korona dinamis dan terus berubah, gugus tugas multi-kementerian yang menangani Covid-19 belum melihat kondisi membaik dalam waktu dekat. Melihat situasinya, infeksi Covid-19 di seluruh dunia tidak mungkin hilang. Pada akhir tahun masyarakat dunia masih akan terus bersama Covid-19 bahkan sampai tahun depan.

“Ini tidak akan berlaku untuk perjalanan wisata masal. Itu saya pikir tidak akan terjadi dalam waktu dekat,” pungkas Lawrence Wong. (jp)

  • Dipublish : 21 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami