Singapura Hadapi Masalah Baru, Muncul Klaster Covid-19 di RS Changi

Rumah Sakit Umum Changi, Singapura. Muncul klaster baru Covid-19 di Rumah Sakit Umum Changi (CGH) (Facebook/Changi General Hospital (CGH))
Rumah Sakit Umum Changi, Singapura. Muncul klaster baru Covid-19 di Rumah Sakit Umum Changi (CGH) (Facebook/Changi General Hospital (CGH))
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Singapura melaporkan 98 penularan baru Covid-19 secara lokal. Selain itu muncul pula klaster baru di Rumah Sakit Umum Changi (CGH), tiga hari setelah klaster sebelumnya rampung.

“Sebanyak 46 infeksi baru terkait dengan kasus sebelumnya dan telah ditempatkan di karantina,” kata Kementerian Kesehatan Singapura (MOH).

Lalu 21 infeksi terkait lainnya terdeteksi melalui pengujian pengawasan. Di antara kasus baru, 7 kasus adalah orang di atas usia 70 tahun yang tidak divaksinasi atau divaksinasi sebagian, dan berisiko terkena penyakit serius.

Ini adalah untuk pertama kalinya sekitar dua minggu jumlah harian kasus yang ditularkan secara lokal turun di bawah angka 100. Sebelumnya pada 18 Juli, ada 88 kasus penularan lokal.

Secara total, Singapura melaporkan 102 kasus baru Covid-19 pada Selasa (3/8). Lalu ada 8 klaster baru dilaporkan, termasuk satu di Rumah Sakit Umum Changi (CGH).

“Dengan pengujian proaktif dan rutin di rumah sakit, kami telah mendeteksi tiga kasus Covid-19 di bangsal RS,” kata CGH dalam posting Facebook.

“Kasus-kasus ini tidak terkait dengan klaster CGH sebelumnya yang telah resmi ditutup oleh Kementerian Kesehatan pada 31 Juli,” imbuh pernyataan itu.

Sebelumnya klaster RS Changi memiliki 20 kasus, namun sudah rampung setelah tidak ada kasus yang terkait selama 28 hari. Pelacakan kontak dan tes swab pengawasan tambahan untuk pasien dan staf rutin dilakukan.

“Sebagai tindakan pencegahan, pasien yang terkena dampak, tidak akan dapat menerima pengunjung. Operasional rumah sakit seperti biasa dan pasien dapat melanjutkan janji rawat beroperasi dengan aman,” kata CGH.

“Kami terus beradaptasi dalam normal baru dan tetap waspada dan berkomitmen untuk memastikan keselamatan pasien kami, kolega kami, dan komunitas kami,” kata pihak RS.

Hingga Selasa (3/8), ada 100 klaster aktif di Singapura. Lalu 22 kasus lainnya ditambahkan ke klaster Pelabuhan Perikanan Jurong/Pasar Hong Lim dan Pusat Makanan, sehingga totalnya menjadi 1.097 kasus.

Sebanyak 592 kasus dirawat di rumah sakit. Sebagian besar kondisinya baik dan dalam pengawasan. Ada 37 kasus penyakit berat yang membutuhkan suplementasi oksigen dan tujuh dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif (ICU). Sebanyak 6 dari 44 kasus telah divaksinasi lengkap.

Ada yang membutuhkan suplementasi oksigen, sementara dua membutuhkan perawatan ICU karena memiliki penyakit penyerta. Dan, 31 orang di atas 60 tahun, 27 di antaranya tidak divaksinasi sepenuhnya atau sebagian divaksinasi, dalam kondisi berat. (jpc/jm)
  • Dipublish : 5 Agustus 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami