Singapura Segera Umumkan Tingkat Kemanjuran Sinovac

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Singapura tidak memasukkan vaksin Sinovac dalam program vaksinasi nasional. Sebab bagi singapura kemanjurannya vaksin tiongkok ini masih dipertanyakan meski sudah banyak negara yang menggunakan vaksin ini. Vaksin asal Tiongkok itu baru akan diumumkan kemanjurannya dalam 4-6 pekan ke depan.

Sinovac telah mengirimkan lebih banyak data tentang suntikan Covid-19 ke Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA). HSA mengatakan kepada The Straits Times pada Kamis (15/7) bahwa mereka telah menerima data dari Sinovac pada 5 Juli dan akan memberikan pembaruan setelah evaluasi. HSA sedang melakukan tinjauan yang cermat dan menyeluruh terhadap data tambahan.

“Dan bertujuan untuk menyelesaikan evaluasi dalam empat hingga enam minggu. HSA akan memberikan pembaruan setelah keputusan peraturan dibuat,” kata juru bicara HSA.

Baca juga: BPOM Izinkan 8 Obat Terapi Pasien Covid-19, Ini Daftranya

Vaksin Sinovac tersisih atau tidak dimasukkan dalam program vaksinasi nasional Singapura. Vaksin itu menunjukkan kemanjuran 51 persen. Sebaliknya, vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech/Comirnaty, yang keduanya merupakan bagian dari program vaksinasi nasional Singapura, telah menunjukkan tingkat kemanjuran sekitar 90 persen.

Vaksin Sinovac saat ini sedang diberikan di Singapura di bawah Rute Akses Khusus untuk meningkatkan cakupan vaksinasi secara keseluruhan. Pada 3 Juli, 17.296 orang telah menerima satu dosis vaksin Sinovac.

“Individu yang telah menerima vaksin Sinovac Covid-19 tidak akan dibebaskan dari pengujian pra-acara (harus diswab),” menurut Kementerian Kesehatan Singapura.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung sebelumnya mengatakan bahwa orang yang telah menerima suntikan Covid-19 Sinovac dikecualikan dari fasilitas seperti pengecualian pengujian. Hal itu karena kemanjuran Sinovac dipertanyakan. Tidak ada data yang cukup untuk menunjukkan seberapa efektif vaksin Tiongkok terhadap varian Delta yang lebih menular. (jpc/jm)

  • Dipublish : 16 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami