Siswi SMP ini Dibawa Kabur dan Disetubuhi Oleh Pacarnya

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – ADM, 19, warga Dusun Kamotankulon, Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto,bakal berurusan dengan kepolisian. Belakangan, dia dilaporkan MI, warga Kecamatan Pungging, ke Mapolres Mojokerto, lantaran diduga melakukan persetubuhan terhadap putri MI.

Sebelum kegadisan korban diduga direngut, korban yang statusnya sebagai pelajar kelas IX SMP ini dibawa lari ADM dari rumah selama empat hari. ’’Anak saya tidak dipulangkan atau dibawa lari selama empat hari oleh pelaku,’’ ungkap MI kepada Jawa Pos Radar Mojokerto saat melapor di mapolres kemarin. Selama empat hari, terhitung dari 28 Desember-2 Januari 2020, lanjut IM putrinya dibawa pelaku jalan-jalan ke beberapa tempat.

Masing-masing ke kawasan Ngoro, Trawas, dan Pacet hingga Malang, selama dua hari. Dan, hari ke tiga pelaku mengajak korban ke rumah saudaranya. Di rumah saudara itulah, dia sempat diminta mengantarkan korban untuk pulang. Namun, hal itu tak digubris pelaku. Pelaku justru membawa korban ke rumah pelaku selama dua hari. Tidak pulangnya korban selama empat hari ke rumah tentu membuatnya cemas dan panik. ’’Saya cari ke rumah saudara dan teman-temannya tidak ketemu,’’ tuturnya.

Karena tak kunjung mendapat kabar keluarganya semakin dihantui kepanikan. Akhirnya, dirinya melakukan penelusuran keberadaan korban dengan cara mengunduh aplikasi pelacakan melalui nomor handphone yang tersedia di plasytore. Hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Kamis (2/1) sekitar pukul 18.00 dirinya mengetahui keberadaan korban berada di rumah ADM di Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging. ’’Saat di dalam rumah, anak saya murung. Saat itu, anak saya langsung saya ajak pulang,’’ terangnya.

Meski awalnya menolak untuk menceritakan apa yang sedang menimpanya, namun putrinya akhirnya cerita jika dalam pelarian bersama David dia juga disetubuhi. Tidak terima atas perbuatan pelaku, dirinya memilih melapor ke Mapolres Mojokerto atas dugaan pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur. Bahkan, pasca kasus tersebut saat ini korban dikabarkan mengalami trauma berat. ’’Murung terus di dalam rumah. Sulit diajak komunikasi. Sekarang juga jarang bersosialisasi,’’ sesalnya. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Primayoga membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan terhadap siswa. ’’Saat ini masih dalam penyelidikan kami,’’ ungkapnya. (jpg)

 

 

Sumber: radarmojokerto.jawapos.com

  • Dipublish : 9 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami