Situasi di Papua Sudah Normal

Foto : Iwan Tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Pidato Nota Keuangan 2020 : Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian RUU tentang APBN TA 2020 disertai nota Keuangan dan dokumen pendukungnya dalam sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Situasi keamanan di Papua dan Papua Barat sudah kembali normal. Meski begitu, aparat keamanan dari TNI-Polri masih disiagakan di sejumlah titik. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian diminta menindak aparatnya yang diduga melakukan tindakan rasis. Selain itu, disinyalir ada kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi untuk memancing kerusuhan.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo. Kepala Negara mengaku terus memantau perkembangan di kedua provinsi tersebut. Menurutnya situasi di Papua sudah berjalan normal kembali. “Alhamdulillah situasi sudah berjalan normal kembali,” kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8).

Menurut Jokowi, permintaan maaf sudah dilakukan oleh berbagai pihak atas rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Hal ini menunjukkan kebesaran hati bersama untuk saling menghormati, menghargai sebagai saudara sebangsa dan setanah air. “Saya juga telah memerintahkan Kapolri untuk menindak secara hukum tindakan diskriminasi ras dan etnis yang rasis secara tegas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan pemerintah akan melakukan berbagai upaya meredakan situasi di Papua. “Banyak langkah-langkah yang diperlukan. Makanya presiden melakukan pembangunan. Sebentar lagi presiden akan ke Papua untuk meresmikan jembatan. Upaya pendekatan kesejahteraan, upaya pendekatan politik itu dilakukan konsisten oleh pemerintah Indonesia,” tegas Moeldoko.

Dia menyebut pembangunan di Papua tidak terpengaruh dengan adanya situasi di daerah tersebut. Moeldoko mengatakan aparat keamanan akan mengawal dan menjaga para pekerja yang bertugas. “Aparat keamanan bekerja keras untuk bisa memberikan jaminan atas keamanan dan keselamatan para pekerja. Karena pekerjaan atau pembangunan di Papua tidak boleh berhenti oleh situasi apapun. Itu sudah tekad Presiden, apapun yang terjadi,” ungkapnya.

Terkait pembatasan internet di Papua dilakukan untuk kepentingan keamanan. Moeldoko menegaskan pembatasan internet tergantung situasi dan bersifat sementara. “Kita bicara keamanan nasional. Pembatasan itu diperlukan. Tetapi tidak seterusnya. Ini harus dipahami bahwa untuk kepentingan keamanan nasional langkah-langkah preventif diperlukan,” terangnya.

Mantan Panglima TNI ini menyebut ada kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi panas di Papua. Kelompok itu berkepentingan secara politik serta bersenjata. “Pasti itu ada yang bermain. Kelompok-kelompok perjuangan, baik kelompok perjuangan politik maupun bersenjata, masuk semua di situ,” jelasnya.

Dia menyebut kelompok-kelompok itu menyusupkan isu Papua merdeka. Dia juga mengatakan kelompok tersebut tidak sepaham bila Papua menjadi daerah yang maju. “Tapi kita bersyukur secara keseluruhan masyarakat memahami bahwa tidak terpengaruh mengarah ke perusakan yang masif. Masyarakat segera sadar bahwa semuanya hanya untuk kepentingan kelompok tertentu yang tidak menginginkan Papua maju,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani menyatakan situasi di wilayahnya sudah aman dan kondusif. Upaya persuasif terus dilakukan kepada para tokoh agama dan masyarakat. “Ada insiden kecil selama tiga hari. Sebetulnya kalau di Manokwari hanya satu hari. Saya ingin bilang bahwa Papua Barat saat ini sangat kondusif dan aman,” tegas Lakotani di Jakarta, Kamis (22/8).

Dia tidak memungkiri insiden di Papua Barat lantaran ada pihak yang merasa sakit hati. Namun, situasi tersebut sudah kondusif. “Itu dalam rangka menyikapi. Mungkin karena menyentuh perasaan, persoalan harga diri dan lain lain. Sehingga kemudian reaksinya berlebihan. Sekarang suasana sudah kembali kondusif. Seluruh masyarakat bisa melanjutkan aktivitas di Papua Barat setelah kerusuhan yang terjadi. Papua Barat aman. Kita pastikan semua aktivitas di Papua Barat pertanian dan perkebunan berjalan lancar tanpa gangguan,” pungkasnya.

(rh/fin)

 

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 23 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami