SMK Ingin Praktikum di Sekolah, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Makassar meminta pelonggaran aktivitas belajar mengajar. Terutama untuk kegiatan praktikum siswa.

Kemendikbud memang telah memperbolehkan SMK melaksanakan praktikum di sekolah di masa pandemi Covid-19. Tak hanya untuk wilayah zona hijau dan dan zona kuning, pelonggaran ini juga berlaku untuk area zona oranye dan merah.

Kepala SMKN 6 Makassar, Amar Bachti mengatakan, usulan untuk memulai aktivitas praktikum akan segera dimasukkan ke Dinas Pendidikan. Selama beberapa bulan terakhir, siswa belum pernah sekali pun belajar praktik yang menjadi proses pembelajaran utama untuk sekolah kejuruan.

Tahapan ini pun tak bisa diganti proses pembelajaran daring. Makanya, karena ada pelonggaran dari Kemendikbud, pihaknya mengusulkan agar praktikum bisa kembali diaktifkan. Pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

“SMK se-Makassar juga sepakat ingin mengusulkan yang sama. Kami sendiri juga telah siap dengan penerapan protokol kesehatan. Kapasitas lab akan dibatasi hingga 50 persen dari biasanya. Praktikum juga direncanakan hanya satu sampai dua kali selama sebulan,” bebernya kepada FAJAR, Senin, 10 Agustus.

Pria yang akrab disapa Amar ini bahkan telah menyiapkan 10 titik tempat cuci tangan bagi siswa. Selain itu, pengaturan jarak juga akan diberlakukan jika nantinya pelaksanaan praktikum bisa berjalan. Meminimalkan kontak fisik antarsiswa.

Dia mengatakan, rencana pelaksanaan praktikum di sekolah juga akan dilakukan oleh sejumlah SMK di daerah. “Cuma usulan ke Disdik kan, dilakukan oleh tiap-tiap sekolah. Sesuai dengan kondisi di wilayahnya masing-masing,” tambah Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Sulsel ini.

Kepala SMKN 10 Makassar, Andi Umar mengatakan, proses praktikum untuk tingkat SMK sudah harus berjalan. Selain dari Kemendikbud, sudah ada petunjuk dari gubernur bagi SMK untuk melaksanakan praktikum sesuai aturan pusat.

“Kami masih mengkaji sistem pembelajarannya. Apakah sistem pembelajarannya per pekan atau per bulan. Yang terpenting, anak-anak sudah mesti melaksanakan praktikum secara langsung,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMK Sulsel ini.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Sulsel, Andi Erna, mengatakan, masalah tersebut masih dibahas di internal Disdik Sulsel. Pihaknya memahami kondisi SMK yang sudah seharusnya melaksanakan praktikum awal, hanya saja keselamatan siswa tetap menjadi yang utama.

Usulan tersebut, kata dia, ditampung sembari menuntaskan edaran baru untuk penyesuaian aktivitas belajar mengajar di sekolah. Selain itu, setiap SMK juga wajib meminta persetujuan orang tua siswa jika nantinya praktikum akan dibuka.

“Yang terpenting, sekolah sudah harus mempersiapkan ruang praktikum dengan baik. Kondisi ruangan harus steril. Kemudian penggunaan satu alat hanya boleh dipakai oleh satu siswa. Tak boleh digunakan bersama,” tambahnya. (ful/rif)

  • Dipublish : 11 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami