Soal Larangan Mudik 2021, Pemerintah Berkaca pada Situasi Mengerikan di India

Prof Wiku Adisasmito (dok Satgas Covid-19)
Prof Wiku Adisasmito (dok Satgas Covid-19)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 merupakan hasil belajar dari perkembangan Covid-19 di sejumlah negara, di antaranya India.

Dalam dua bulan terakhir, India memiliki jumlah kasus positif yang menunjukkan lonjakan sangat tajam. Wiku menjelaskan, perkembangan terkini Indonesia pada kasus positif Covid-19 per 21 April 2021 terjadi penambahan harian pasien terkonfirmasi positif sebanyak 5.720 kasus. Sementara jumlah kasus aktif ada 101.106 kasus atau persentasenya 6,2 persen dibandingkan rata-rata dunia 12,8 persen.

Jumlah kesembuhan sebanyak 1.475.456 kasus atau telah menembus angka 91,1 persen dibandingkan rata-rata dunia 85,1 persen. Pada kasus meninggal sebanyak 44.007 kasus atau 2,7 persen dibandingkan rata-rata dunia 2,1 persen.

Wiku menyebut pada tingkatan global, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 per 22 April 2021, sebanyak 144.430.477 orang, dengan jumlah kematian 3.071.589 orang, dan jumlah kesembuhan 122.605.010 orang.

“Perjuangan menghadapi pandemi masih berlangsung di berbagai negara, bahkan beberapa di antaranya makin kewalahan beberapa bulan terakhir,” kata Wiku di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (22/4).

BACA JUGA:  THR PNS  Rp 306 Triliun Cair H-10 Lebaran

Wiku mencontohkan, sejak awal India berusaha menjaga kasus positif terus menurun dan berada di angka stabil rendah. Namun sejak pertengahan Februari 2021 hingga kini, kasus yang sebelumnya sekitar 9.000, menjadi lebih dari 300 ribu per harinya. Kenaikannya lebih dari 30 kali lipat.

Turki mengalami hal tidak jauh berbeda. Melihat perkembangan pada Januari 2021, Turki berhasil mempertahankan penambahan kasus positif harian di angka 5.000 kasus baru. Namun angka tersebut terus meningkat hingga April menjadi 60 ribu kasus baru per harinya atau meningkat 12 kali lipat.

Sedikit berbeda di Brasil, angka kasus positif harian belum menunjukkan perbaikan signifikan dalam enam bulan terakhir atau sejak Oktober 2020. Sepanjang periode itu, perkembangan kasus positif berkisar di angka 50-70 ribu kasus per harinya.

Mencermati data dari ketiga negara itu, setengah dari total kasus harian global disumbangkan ketiganya. Sebagai gambaran pada 21 April 2021, terjadi lonjakan kasus baru di tingkat global sebesar 880 ribu kasus. Sebanyak 450 ribu kasus di antaranya atau lebih dari 50 persen disumbangkan India, Brasil, dan Turki.

Wiku mengatakan, Brasil merupakan negara yang jumlah penduduknya mendekati Indonesia. Di Brasil mengalami kenaikan kasus melebihi 70 ribu pada April 2021. Sedangkan Indonesia, penambahan kasus harian berkisar di angka lima ribu kasus.  Untuk itu, Wiku menilai apabila Indonesia tidak hati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan akan mengalami lonjakan kasus yang signifikan. “Bisa fatal.

Sebagai negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, kenaikan di Indonesia akan sangat berpengaruh terhadap kasus global,” tambah Wiku. Karena itu, suksesnya Indonesia dalam menekan laju penularan dapat dilihat sebagai kontribusi positif dalam perkembangan kasus dunia. Dalam upaya menurunkan laju penambahan kasus positif, dibutuhkan upaya sangat keras dari semua pihak.

“Lonjakan kasus dapat dihindari dengan terus meningkatkan pelayanan pada pasien Covid-19, terutama pada gejala sedang dan berat, serta kesadaran masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Wiku.

Testing dan tracing harus menjadi upaya yang ditingkatkan untuk menjaring kasus baru sebelum terlambat. Treatment dapat dilakukan sedini mungkin. Masyarakat diharapkan mentaati aturan yang dibuat pemerintah dalam penanganan Covid-19. “Sebagai catatan, adanya aturan terkait peniadaan mudik juga hasil dari pembelajaran lonjakan kasus di India beberapa waktu lalu,” kata Wiku. (tan/jpnn)

  • Dipublish : 23 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami