Soal Pasien Covid-19 di Bone, Barham: Ini Bukan Aib, Mari Bantu Keluarganya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BONE,– Berdasarkan hasil rapid test, ada satu warga Bone yang dinyatakan positif covid-19 atau corona. Namun, itu belum swab testnya. Semua orang berharap hasilnya negatif. Agar Bone tetap zero covid-19.

Juru Bicara Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bone, dr Yusuf membenarkan informasi tersebut. “Hari ini wanita 35 tahun masuk ke RS Hapsah dengan keluhan deman dan gejala covid lainnya, disertai bintik-bintik merah pada kulit. setelah diobservasi, oleh tim dokter dan dilakukan Rapid Test dengan hasil Reaktif (Positif),” katanya.

testnya. Pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin, Makassar. Sebagai rumah sakit rujukan pemerintah. Sekali lagi jangan panik. “Kasian masyarakat di luar sana karena sudah menyangka ada betul yang positif covid di Bone,” tambah dr Yusuf.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bone, Barham langsung mengunjungi kediaman pasien beserta Camat Tanete Riattang. Bertemu dengan sang anak pasien. Memberikan semangat.

“Kami bicara dulu dengan tetangga sekitar rumahnya bahwa yang bersangkutan memang di RS. Tapi sampai saat ini belum ada yang memvonis positif Covid-19. Yang ada cuma desas-desus. Tapi sebagai warga memang penting buat selalu waspada,” kata Barham kepada FAJAR.CO.ID Minggu (12/4/2020).

“Ini juga bukan aib. Jadi mari bantu yang bersangkutan dengan keluarganya. Dan para warga pun memang tampaknya bersimpati dan tentu saja juga selalu waspada,” sambungnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Bone, Andi Akhiruddin menyampaikan bahwa, dengan adanya kejadian seperti ini kasihan keluarganya. “Jangan sampai apa yang dilakukan secara tidak sadar justru lebih membuat keluarganya dikucilkan. Mereka juga saudara kita,” akunya.

Sebab kata politisi PDIP itu, pasien itu punya anak. Jangan sampai mental psikisnya rusak. “Jangan sampai keluarganya didiskriminasi. Jangan cuman dilihat dari satu sisi sudut pandang tetapi pikirkan juga keluarganya yang bisa terganggu secara kejiwaan,” tambahnya. (agung/fajar)

  • Dipublish : 13 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami