Sofyan Divonis Bebas, KPK Tunggu Laporan Jaksa

FOTO DOK/FIN Direktur Utama (Dirut) PLN (nonaktif) Sofyan Basir
FOTO DOK/FIN Direktur Utama (Dirut) PLN (nonaktif) Sofyan Basir
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Sofyan dinyatakan tak terbukti memfasilitasi proses pemberian suap antara bos Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

“Mengadili menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan pertama dan kedua,” ujar Ketua Majelis Hakim Hariono membacakan amar putusa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (4/11).

Majelis hakim berpendapat, Sofyan tidak terbukti terlibat dalam kasus dugaan suap terkait proses kesepakatan proyek Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (IPP PLTU MT) Riau-1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dan Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC) Ltd.

Hakim menyebut Sofyan tidak terbukti berperan membantu Eni merima suap. Ia juga diyakini tidak mengetahui adanya penerimaan suap tersebut.

“Membebaskan oleh karena itu dari segala dakwaan. Memerintahkan terdakwa Sofyan segera dikeluarkan dari tahanan. Memulihkan hak-hak terkdawa dalam kemampuan, harkat serta martabatnya. Memerintahkan penuntut umum KPK untuk membuka nomor rekening atas nama Sofyan Basir dan atau keluarga atau pihak lainnya. Menetapkan barang butki yang disita deri terdakwa dikembalikan kepada terdakwa,” kata Hariono.

Oleh karenanya, majelis hakim menyatakan Sofyan dinyatakan tidak terbukti melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 Ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.

Mendengar putusan yang dibacakan hakim, Sofyan Basir lantas mengucapkan syukur. Sofyan menyatakan, putusan ini merupakan anugerah terbaik yang diberikan Tuhan kepadanya.

“Saya bersyukur Allah memberikan yang terbaik, hari ini bebas,” kata Sofyan.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Worotikan mengaku terkejut dengan putusan tersebut. Kendati demikian, ia menyatakan pihaknya tetap menghormati keputusan hakim.

Lebih lanjut dikatakan dia, pihaknya akan terlebih dahulu mempelajari putusan majelis hakim terhadap Sofyan Basir. Setelahnya, kata dia, pihaknya baru menentukan upaya hukum lanjutan.

“Nantinya akan menentukan langkah kami apakah kasasi atau yang lain. Yang jelas kami mempelajari putusan hakim dulu, baru menyatakan sikap,” ujar Ronald.

Ronald pun membantah dakwaan yang disusun oleh tim jaksa lemah. Ia memastikan pihaknya telah menyusun dakwaan berdasarkan penyidikan yang telah dilakukan secara maksimal. Menurut dia, putusan vonis yang dijatuhkan sepenuhnya merupakan hak majelis hakim.

“Kalau seperti itu kan sepenuhnya hak majelis. Bukan berarti bahwa putusan bebas ini artinya dakwaan lemah atau tidak, itu tidak benar. Karena kami sudah membuat surat dakwaan sesuai dengan hasil penyidikan,” tuturnya.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menuturkan, jajaran pimpinan lembaga antirasuah masih menunggu laporan dari jaksa penuntut umum terkait putusan tersebut. Setelahnya, pimpinan KPK akan mendiskusikan hal tersebut bersama jaksa.

Laode pun memastikan KPK akan tetap berupaya untuk membuktikan bahwa Sofyan bersalah dalam perkara ini di tingkat selanjutnya.

“Saya tidak bisa mendahului (keputusan), tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membuktikan itu,” ucap Laode.

(riz/gw/fin)

  • Dipublish : 5 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami