Spekulan Bermain, Waspadai Pasokan BBM

Ilustrasi petugas SPBU Pertamina tengah melayani konsumen. (Dok JawaPos.com)
Ilustrasi petugas SPBU Pertamina tengah melayani konsumen. (Dok JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Wabah Virus Corona (Covid-19) berdampak terhadap segala sektor. PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan BUMN memastikan pelayanan kepada masyarakat serta pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dituntut mampu menstabilkan kondisi harga termasuk munculnya spekulan yang terus menghantui permainan di pasar.

Menjawab hal ini, VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengaku, saat ini, ketahanan stok BBM dan LPG untuk seluruh produk, secara nasional rata-rata di atas 20 hari. Fajriyah menegaskan, perusahaan pelat merah itu menjamin seluruh produk BBM dan LPG tetap tersedia dan cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat di seluruh Tanah Air.

”Sebagai BUMN yang berperan strategis untuk melayani energi, Pertamina tetap fokus dan memastikan proses penyediaan energi mulai dari fungsi hulu migas, kilang, distribusi hingga pemasaran tetap berjalan baik. Sehingga ketersediaan dan penyaluran BBM dan LPG di seluruh tanah air juga tetap lancar,” kata Fajriyah di Jakarta, Senin (16/3).

Dalam menghadapi wabah Covid-19, lanjut Fajriyah, Pertamina menghimbau masyarakat menggunakan BBM dengan bijak dan sesuai kebutuhan. Bagi masyarakat yang tergolong mampu diharapkan menggunakan BBM yang berkualitas baik dan LPG non subsidi.

”Kami berharap masyarakat tetap tenang dan membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Dipastikan seluruh SPBU dan Agen serta Pangkalan LPG tetap beroperasi untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan Pertamina,” tambahnya.

Pertamina juga menghimbau, bila masyarakat menemukan ada penyimpangan dapat melaporkan kepada aparat setempat atau menghubungi Call Centre Pertamina 135. Untuk mengelola risiko penyebaran Covid-19. Pertamina juga memastikan mematuhi arahan Pemerintah untuk dapat mengurangi potensi paparan virus.

”Tentu saja berbagai upaya telah dijalankan seperti pengecekan suhu tubuh bagi pegawai dan tamu, pembersihan dan penyemprotan disinfektan di area kerja. Selain itu, penyediaan masker dan hand sanitizer serta monitoring dan deteksi dini bagi karyawan yang telah melakukan perjalanan dinas ke negara lain yang memiliki risiko tinggi,” paparnya.

Menurut Fajriyah, setelah dikeluarkannya Surat Edaran kepada seluruh pekerja agar mengurangi aktivitas di luar kantor, menunda keberangkatan ke Luar Negeri serta meningkatkan prilaku hidup sehat, Pertamina juga mengatur mekanisme dan pengelolaan penugasan pekerja. Sehingga seluruh proses bisnis perusahaan tetap berjalan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap aman.

Sesuai standar perusahaan, telah dilakukan pemetaan jenis pekerjaan tertentu yang tetap harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti serta pekerjaan yang dapat dilakukan dari rumah. ”Pertamina sangat memperhatikan dan berkepentingan untuk mengelola risiko serendah mungkin di seluruh lini operasional Perusahaan terkait dengan potensi penyebaran Covid-19,” kata Fajriyah.

Namun, lanjut is Pertamina tetap berkomitmen untuk memastikan dan mengamankan ketersediaan energi nasional, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan meyakinkan kelancaran operasional proses bisnis perusahaan.

Untuk memastikan kelancaran operasional dan ketersediaan energi, tambah Fajriyah, Pertamina terus memantau dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan BUMN tetap beroperasi secara normal. Hingga saat ini tidak ada instruksi untuk penutupan layanan BUMN di berbagai wilayah di Indonesia.

Hanya saja, Erick Thohir memang meminta seluruh BUMN untuk membatasi pertemuan-pertemuan yang bersifat melibatkan banyak orang, seperti salah satunya rapat di luar daerah, dan sebagainya. ”BUMN tetap beroperasi seperti biasa, terutama BUMN yang melayani publik. Perbankan, telekomunikasi, bandara, pelabuhan, ferry, penerbangan, kereta api, bus, operator jalan tol, Rumah Sakit, farmasi semuanya tetap melayani Indonesia. Hanya saja dalam internal, kami menjaga semua bentuk rapat, jumlah orang yamg hadir dalam rapat, kemudian juga pembatasan pembatasan mobilitas dibatasi. Di samping itu waktu rapat juga dibatasi. Jadi banyak hal yang dibatasi. Tapi secara umum bumn tetap beraktivitas seperti biasa,” papar Erick.

Untuk mencegah penyebaran dan melawan Virus Corona, Menteri BUMN mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergotong royong. Dikatakannya, salah satu negara yang bisa dijadikan contoh dalam perlawanan Virus Corona ini adalah Vietnam dan Singapura.

Selama ini, memang pemerintah sudah memiliki program penanganan Virus Corona di Indonesia. Hanya saja pemerintah membutuhkan komitmen dari masyarakat dalam perlawanan virus ini. Erick juga menyarankan kepada masyarakat untuk lebih sadar akan kebersihan. Salah satu hal kecil yang dicontohkan Erick adalah budaya mencuci tangan. Hal ini karena perilaku dasar ini merupakan modal utama dalam perlawanan terhadap Virus Corona.

”Kita lakukan hal terkecil yang memang harus kita lakukan, mulai dari rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan kantor dan rumah, tidak menghadiri acara yang penuh orang seperti konser, pertandingan olahraga, tempat wisata, resepsi pernikahan,” tambah Erick Thohir. Terakhir, Erick Thohir menyarankan bagi yang berusia di atas 50 tahun atau yang sedang sakit, lebih baik menjaga diri untuk tidak keluar rumah. (dim/fin/ful)

  • Dipublish : 17 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami