Sri Mulyani Ramal Ekonomi Indonesia Masih Minus, Resesi Di Depan Mata

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kementerian Keuangan merevisi perkiraan angka pertumbuhan ekonomi tahun ini dari minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen menjadi minus 1,7 persen sampai minus 0,6 persen. Artinya, jika perkiraan tersebut terjadi, maka Indonesia ikut masuk pada jurang resesi seperti beberapa negara lainnya.

“Kemenkeu lakukan revisi, sebelumnya untuk tahun ini minus 1,1 hingga positif 0,2. Yang terbaru minus 1,7 sampai minus 0,6. Ini artinya negative teritory terjadi pada Q3 dan kemungkinan masih berlangsung pada Q4 yang kita berusaha mendekati nol atau positif,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (22/9).

Sri Mulyani menjelaskan, bukan hanya Indonesia yang ekonominya terkikis oleh Covid-19, tapi seluruh ekonomi di dunia. Hampir semua negara pun juga mengalami pelebaran defisit yang sangat besar.

“India 7,2 persen defisitnya, itu pun masih alami kontraksi ekonomi. Meksiko defisitnya 5 persen dan kontraksi ekonomi 18 persen, di Q3 masih double digit,” ucapnya.

Selain itu, dinegara ASEAN seperti Malaysia defisit 6,5 persen dimana ekonominya mengalami kontraksi di level 17 persen, dan kuartal depan pun masih dalam tren negatif. Thailand mengalami defisit 6 persen di mana ekonominya mengalami kontaksi sebesar 12 persen dan kuartal III masih kontraksi 9 persen.

Sementara, untuk Indonesia sendiri, kata Sri Mulyani mengalami pelebaran defisit hingga 6,3 dari produk domestik bruto (PDB) dari yang tadinya di 1,76 persen.

“Defisit kita dengan 6,3 persen di kuartal II kontraksi 5,3 persen, jadi saya ingin sampaikan APBN semua negara alami tekanan berat, karena melakukan countercyclical karena kondisi ekonomi sedang tekanan,” tandasnya. (jp)

  • Dipublish : 22 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami