Sri Mulyani : Waspada Dampak Virus Korona Berpotensi Mengganggu Perekonomian Domestik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku sangat mewaspadai dan terus mencermati perkembangan penyebaran virus korona yang mendunia. Sebab, dampak virus korona mengganggu perekonomian Tiongkok juga dapat berpengaruh ke perekonomian domestik.

Sri Mulyani menjelaskan, berkaca pada pengalaman sebelumnya saat dunia dihebohkan dengan virus SARS yang terjadi pada kuartal pertama hingga kuartal kedua di Tiongkok. Negara India pun terkena imbas yang cukup signifikan atas wabah tersebut.

“2020 proyeksi positif akan terjaga, meskipun perkembangan Januari tidak membuat happy terutama coronavirus, geopolitik, politik AS, ini tetap harus diantispasi sipil over ke dalam negeri. Balance optimise tetapi tetap waspada,” ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (28/1).

Sri Mulyani mengaku, pesimisme ekonomi Tiongkok di Januari 2020 akibat virus korona sangat terasa. Biasanya, momentum seperti tahun baru Tionghoa dapat membantu meningkatkan konsumsi negaranya kini tidak menujukan geliat. Artinya, Tiongkok telah kehilangan momentum.

Belum lagi, lanjutnya, hari libur pun terpaksa diperpanjang hingga awal Februari. Hal tersebut menjadi risiko yang tak terprediksi dan sangat berfluktuasi tinggi. Sehingga, semua negara wajib mewaspadai dan menyiapkan keinginan untuk terus tumbuh. “Tidak boleh buta terhadap environment yang volatilitas sangat tinggi dan tidak terbaca,” katanya.

Namun, Sri Mulyani menuturkan, perekonomian tanah air dapat tetap terjaga dengan sumber pertumbuhan domestik. Akan tetapi, investasi akan mengalami pelemahan karena dipengaruhi oleh baku impor dan modal. “Harus diwaspadai karena pengaruh di 2020,” tuturnya.

Membahas pertumbuhan ekonomi, Sri Mulyani menyebut, dibanding dengan negara G20 lainnya Indonesia termasuk negara yang memiliki pertimbuhan yang cukup tinggi. Sehingga dalam konteks ini Indonesia memiliki kemampuan resiliensi yang cukup baik. “Dibandinng Turki dari (pertumbuhan ekonomi) 5 (persen) jadi 0. India dari 7 jadi 4,5, Meksiko daru 2 menjadi 0. Apalagi Argentina krisis,” ucapnya.

Sri Mulyani berharap Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonomi disaat gejolak global menjadi pemberat di seluruh negara lain, termasuk negara berkembang. (jp/jm)

  • Dipublish : 28 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami