Stimulus PLN jadi Penolong Bisnis dan Industri yang Sedang Lesu

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta – Dunia usaha membutuhkan banyak dukungan untuk bertahan di tengah persebaran virus SARS-CoV-2. PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur (Jatim) memahami kebutuhan tersebut dan siap mendukung para pelanggan industri maupun bisnis.

General Manager PLN UID Jatim Nyoman S. Astawa mengatakan bahwa pemerintah telah menerbitkan kebijakan yang berfungsi sebagai stimulus Covid-19. Kebijakan itu adalah pembebasan ketentuan rekening minimum bagi sektor bisnis dan industri. Sementara itu, pelanggan rumah tangga menikmati stimulus berupa diskon dan penggratisan rekening listrik.

“Segmentasi pelanggan yang paling terdampak adalah bisnis dan industri. PLN memahami kondisi masyarakat dan terus mengupayakan yang terbaik serta bersedia menerima saran,” ucap Nyoman Kamis (3/9).

PLN membebaskan tagihan Mei–Oktober 2020 untuk industri dan bisnis kecil dengan daya 450VA. PLN juga membebaskan ketentuan rekening minimum bagi pelanggan yang pemakaian energi listriknya di bawah standar.

Idealnya, ketentuan rekening minimum alias biaya 40 jam nyala berlaku bagi pelanggan bisnis dengan daya 1.300 VA ke atas. Juga, pelanggan industri yang dayanya 1.300 VA ke atas.

PLN juga membebaskan penerapan ketentuan jam nyala minimum bagi pelanggan khusus sesuai dengan surat perjanjian jual beli tenaga listrik (SPJBTL).

Pelanggan bisnis dengan daya 900 VA dan pelanggan industri berdaya 900 VA dibebaskan dari biaya beban. Tarif adjustment untuk pelanggan golongan rendah yang sebelumnya 1.467/kWh kini turun menjadi 1.444,70/kWh. Kebijakan itu berlaku Oktober sampai Desember 2020. (jp)

  • Dipublish : 4 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami