Stok Gula Pasir Cuma Cukup 1 Bulan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAMBI – Rupanya virus corona tak hanya menyerang masyarakat. Impor gula pasir dari luar negeri yang terhambat. Di Jambi, gula pasir mencapai harga Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogramnya, naik dari harga biasanya Rp 12 ribu per kilogramnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi mengatakan dampak dari virus corona tersebut menghambat proses bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok. Pasalnya, di sana harus melalui pemeriksaan dan prosedur lainnya.

Gula pasir yang masuk ke Indonesia tersebut merapakan impor dari Thailand, yang nantinya disebar ke segala provinsi yang ada di Indonesia. Amir menyebutkan, saat ini harga gula pasir di Kota Jambi mencapai Rp 16 ribu, sementara di Tanjab Timur dan Kerinci telah mencapai Rp 18 ribu perkilonya.

Sementara berdasarkan aturan menteri perdagangan saat ini hanya mencapai Rp 12.500,00 perkilogramnya. Kemudian, untuk stok di Provinsi Jambi sendiri hanya tersedia ratusan ton gula pasir, namun jika gula pasir tak kunjung masuk ke Jambi maka stok yang ada saat ini hanya mencukupi satu bulan ke depan.

“Mungkin kalau gula tidak masuk, dalam sebulan ini habis. Soalnya di Bulog sekarang kosong, gula pasir hanya ada di Distributor saja,” tambahnya.

Meski demikian, Dinas Ketahanan Pangan juga telah berkordinasi dengan pemerintah pusat dan Disperindag Provinsi Jambi dengan Dinas Perdagangan di pusat untuk meminta impor pada akhir bulan Maret. Sehingga awal April bisa langsung di kirim ke setiap daerah yang ada di Provinsi Jambi.

“Ini upaya kita untuk pencegahan kenaikan harga gula yang semakin tinggi,” sebutnya. Kata Amir, untuk gula pasir di Provinsi Jambi memproduksi 33.100 ton per tahunnya. Namun, untuk sebulannya mampu mengkonsumsi 2.741 ton gula pasir. Meski demikian, untuk kebutuhan bahan pokok lainnya seperti bawang, beras, minyak dan daging masih tercukupi hingga 4 bulan kedepan.

Tak hanya itu, Amir juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak berbelanja melebihi kebutuhan yang ada dan tak perlu panik dengan wabah virus corona tersebut. “Pangan ini kan tanggungjawab kita, insyaallah cukup, tapi jangan berlebihan dalam berbelanja,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Provinsi Jambi, Bakhtiar membenarkan dengan stok gula yang kosong. Menurutnya, izin impor yang dikeluarkan oleh menteri perdagangan tersebut barus selesai di proses pada akhir Februari. “Kemungkinan April baru bisa kita antarkan ke setiap Kabupaten Kota,” kata dia.

Lanjutnya, maraknya wabah virus corona tersebut, Bakhtiar menyebutkan tak ada kendala pada pangan dan stok yang ada di Bulog terkecuali gula pasir yang kini kosong. “Kalau yang lain masih aman dan cukup hingga empat bulan kedepan,” sebutnya.

Sementara itu, masyarakat diimbau tak panik dengan virus corona yang begitu cepat menular. Untuk upaya pencegahan penularan dari virus tersebut, anda bisa membuat cairan disinfektan dan hand sanitizer atau penyanitasi tangan sendiri di rumah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Raflizar mengatakan, masyarakat awam juga bisa membuat sendiri cairan disinfektan untuk disemprotkan ke setiap sudut atau tempat yang biasa digunakan tempat berkumpul keluarga, dan tempat duduk atau lantai rumah.

Pertama, yang harus disiapkan yakni air conditioner, air sterilization, air purifier, AC sentral. Kemudian untuk jenis disinfektan yang dapat digunakan yakni pemutih pakaian dengan takaran 2 sendok makan per 1 liter air. Kemudian karbol dengan takaran 2 sendok makan per 1 liter air dan pembersih lantai dengan takaran 1 tutup botol per 5 liter air.

“Bahan-bahan tersebut dicampur menjadi satu dalam wadah, dengan menggunakan sarung tangan yang tak bisa ditembus dengan air,” kata dia. Raflizar menyebutkan, untuk membeli bahan-bahan tersebut dapat ditemukan di apotek atau tempat jual obat-obatan.

“Cairannya ada di Jambi, memang belum menyebar sampai ke mana-mana,” tambahnya. Lanjutnya, untuk penyemprotan sendiri Raflizar mengatakan harus menggunakan pengamanan baju khusus seperti pelindung diri dan lain sebagainya.

Selain itu, untuk pembuatan penyanitasi tangan, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Jambi juga menyedian tips. Karni, Humas BKIPM menyebutkan, masyarakat harus menyediakan bahan-bahannya.

Salah satunya yakni Etanol 98 persen, kemudian Gliserol 98 persen, Hidrogen Peroksida 3 persen. Dalam hal ini, juga disiapkan 1 gelas ukuran 1.000 mili liter, becker glass, kemudian gelas ukuran 50 mili liter, alat adukan dan botol kaca.

“Bahan itu dicampur menjadi satu di wadah 1000 liter air hingga tercampur merata menjadi cairan,” kata dia. Kemudian, cairan tersebut disimpan selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi organisme dan ditutup. “Kalau sudah disimpan, hand sanitizer bisa langsung digunakan,” sebut Karni. (slt)

  • Dipublish : 21 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami