Stok Obat Haji 50,8 Ton

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kementerian Kesehatan mengklaim jumlah perbekalan kesehatan (Perbekkes) untuk jamaah haji Indonesia cukup hingga berakhirnya musim haji. Sebanyak 3620 koli atau sekitar 50,8 ton obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) telah dikirim dari Indonesia.
Persediaan ini belum ditambah dengan Perbekkes sisa penggunaan tahun lalu baik di Madinah dan Makkah.

Kepala Seksi Perbekalan Kesehatan Haji Arab Saudi El Iqbal menjelaskan, semua persediaan farmasi telah disalurkan di Instalasi Farmasi Daerah Kerja (Daker) Makkah sebanyak 80 persen dan Instalasi Farmasi Daker Madinah sebanyak 20 persen.
“Jadi khusus di Makkah, perbekalan kesehatan tidak hanya disediakan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), tetapi juga tersebar di 11 Sektor,” paparnya, Senin (5/8).

Dikatakanya, obat-obatan yang ada terdiri dari 22 kelas terapi. Diantaranya: obat anti hipertensi, anti alergi, anti infeksi, kardiovaskular, obat pengencer darah, dan vitamin. Jumlahnya pun mencapai lebih dari 200 item obat.

”Dari sekian banyak jenis obat tersebut, obat jenis analgesik, anti alergi dan elektrolit menjadi yang paling banyak diberikan kepada jemaah haji,” terangnya.

Tidak hanya penyediaan bagi kebutuhan di Arab Saudi, Iqbal menuturkan Kemenkes juga telah menyiapkan paket Perbekkes untuk jamaah. Paketnya terdiri dari 2 lembar masker kain, 1 kotak masker sekali pakai berisi 50 lembar, 1 botol penyemprot air ukuran 500 mililiter, 10 sachet oralit, 1 tube balsem, 5 lembar plester, 4 lembar tisu basah, dan 1 kantong kencing.
“Semua perbekalan ini diberikan kepada jemaah haji di masing-masing embarkasi. Perbekalan ini sekaligus berfungsi sebagai Alat Pelindung Diri (APD) bagi jemaah,” tambahnya.

Selain jemaah, petugas kesehatan yang mendampingi kloter, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), dibekali juga dengan obat-obatan semenjak dari embarkasi. “Sediaan obat yang dibawa oleh TKHI meliputi obat oral, obat injeksi, cairan infus, antiseptik, disertai juga dengan BMHP,” paparnya.

Bagi jemaah haji yang kehabisan Perbekkes atau membutuhkan pengobatan, tidak perlu khawatir karena bisa memintanya ke TKHI yang mendampingi jemaah haji di setiap kloter. “Seluruh penggunaan Perbekkes di setiap kloter dicatatkan dan dilaporkan secaraonlineoleh TKHI menggunakan perangkatmobile,” terangnya.

Iqbal menambahkan, petugas Farmasi di Daker Makkah dan Madinah akan mengecek status ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan masing-masing kloter setiap 4 hari sekali.

“Pengiriman obat ke kloter menggunakan mekanismepush distribution. Jadi TKHI tidak perlu melakukan permintaan obat secara manual karena akan terpantau dengan Sistem Informasi Obat Haji (SIOH).

”Kalau ada yang berkurang stoknya itu akan kita siapkan dan besoknya dapat diambil TKHI di masing-masing sektor,” terang Iqbal.

Sekedar diketahui, instalasi Farmasi di KKHI diperkuat oleh 14 tenaga farmasi (apoteker dan tenaga teknis kefarmasian). KKHI beroperasi sehari penuh melauani kebutuhan obat bagi jemaah haji Indonesia.

(fin/tgr)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 6 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami