Subsidi LPG 3 Kg Akan Dicabut, Menteri ESDM: Cek Data Masyarakat Tak Mampu

Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengah) bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengah) bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengubah penyaluran subsidi tabung gas LPG 3 kilogram (kg). Hal tersebut dilakukan agar subsidi gas dapat tepat sasaran.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, bahwa saat ini akan dilakukan identifikasi terkait data masyarakat penerima subsidi LPG 3 kg terlebih dahulu. Sehingga nantinya, masyarakat yang tidak sesuai daftar akan membeli LPG 3 kg dengan harga normal. Sebab, subsidi LPG 3 kg hanya diperuntukkan untuk masyarakat yang tidak mampu.

“Maksudnya kita identifikasi dulu kira kira yang memang berhak menerima tapi nggak batasi, cuma terintegrasi dan terdaftar jadi bisa teridentifikasi,” ujarnya di gedung Tribrata Jakarta, Jumat (17/1).

Arifin menjelaskan, identifikasi data ulang dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran penyaluran subsidi. Sehingga, subsidi langsung disalurkan pada masyarakat yang memang berhak membutuhkan.

“Jadi bisa terintegrasi agar mencegah adanya kebocoran,” ucap Arifin.

Sementara itu, terkait mekanisme penyaluran subsidi tersebut pemerintah masih mengkaji apakah akan diberikan dana secara langsung atau cash, melalui rekening, atau diberikan LPG langsung kepada penerima.

Terkait cara memperoleh data identifikasi masyarakat tak mampu, Arifin menambahkan, pihaknya akan menggunakan data dari berbagai sumber. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Djoko Siswanto mengatakan, implementasi subsidi tertutup LPG 3 kg bisa dimulai pada semester II tahun 2020.

Nantinya, subsidi tersebut tidak lagi diberikan kepada semua masyarakat namun diserahkan langsung kepada para penerima bantuan yang bener-benar berhak. (jp)

  • Dipublish : 18 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami