Suhu Ekstrem Sambut Wukuf

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKKAH — Jemaah haji akan memasuki tahapan wukuf di Arafah. Suhu ekstrem mewarnai prosesi puncak ibadah haji tersebut.

Labaika Allahumma labbaik… Ucapan talbiah itu makin sering dikumandangkan para calon jemaah haji seiring dilaksanakannya wukuf hari ini.
Saat ini, 212.732 jemaah dari Indonesia yang tergabung dalam 529 kelompok terbang (kloter) telah berada di Padang Arafah. Bersama jemaah dari seluruh dunia, mereka akan memasuki momen puncak ibadah haji.

Tingginya temperatur saat wukuf di Arafah, akan menjadi salah satu tantangan bagi para jemaah. Belum lagi yang lansia, paling rawan drop di sana. Sebab, diperkirakan suhu akan mencapai 45 derajat celcius. Bahkan bisa lebih.

Tim medis yang mendamping kloter juga telah memprediksi. Setidaknya, jemaah paling rawan untuk terkena heatstroke atau kejang panas, jadi atensi utama. Heatstroke merupakan kondisi saat suhu tubuh meningkat derastis tembus 45 derajat celsius.
Biasanya, kondisi itu disertai sakit kepala. Mata berkunang-kunang. Keringat bercucuran, lalu mual. Kadang juga disertai kulit yang memerah dan membuat orang kebingungan.

Untuk mengurangi dampak overheating atau panas berlebih selama proses wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jamrah di Mina atau biasa disebut Armina, tenda-tenda jemaah dilengkapi dengan pendingin alias air conditioner (AC).

“Heatstroke, jadi hal penting untuk diwaspadai. Kehadiran pendingin atau AC dalam tenda setidaknya sangat membantu jemaah untuk menghindari hal itu,” timpal Dokter Kloter 19, dr Trisye Mile. (fin-jpg)

 

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 10 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami