Sultan HB X Tidak Ingin Coba-Coba Soal Pembelajaran Tatap Muka

Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Luqman Hakim/Antara)
Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Luqman Hakim/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id–Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, tidak ingin coba-coba dalam memutuskan pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa pandemi Covid-19. Menurut Sultan, pembelajaran tatap muka sebaiknya dimulai dari kampus, baru kemudian diikuti jenjang pendidikan di bawahnya.

”Kita lebih baik memforsir untuk swab (tes usap) yang sekarang sudah terjadi. Dengan harapan, kita punya kepastian lebih dulu daripada coba-coba risikonya terlalu besar,” kata Sultan seperti dilansir dari Antara di Kompleks Kepatihan Jogjakarta.

Memulai pembelajaran tatap muka di sekolah di tengah kasus Covid-19 di Jogjakarta yang masih cenderung fluktuatif, menurut dia, sangat berisiko bagi anak-anak. Apalagi, dia mengaku, belum mengetahui secara persis status zona risiko penularan Covid-19 di Jogjakarta saat ini.

”Saya belum tahu persis kita ini zona kuning atau oranye. Tapi ya biar kampus dululah. Risikonya untuk anak-anak terlalu besar. Dia di belakang saja,” kata Sultan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jogjakarta Didik Wardaya sebelumnya mengatakan, kegiatan pembelajaran tatap muka perlu diputuskan dengan kehati-hatian disertai kajian yang matang termasuk mempertimbangkan masukan dari para orang tua siswa.

”Jangan sampai muncul klaster penularan baru dari dibukanya sekolah. Itu yang harus kita jaga dengan tetap mengutamakan kehati-hatian,” kata Didik.

Dia menyebutkan, prosedur standar operasi (SOP) untuk pelaksanaan praktikum tatap muka telah disiapkan khususnya bagi siswa SMK di Jogjakarta. Meski demikian, praktikum bagi siswa SMK harus melalui simulasi di beberapa sekolah terlebih dahulu, yang pelaksanaannya menunggu hasil evaluasi perkuliahan tatap muka di perguruan tinggi pada September.

”Nanti September seiring mahasiswa masuk, kita mungkin juga khususnya untuk yang praktikum akan simulasi,” kata Didik.

Berdasar data dari rumah sakit rujukan hingga Senin (10/8), Pemda Jogjakarta mencatat total suspek Covid-19 di daerah ini sebanyak 11.006 orang. Dari jumlah suspek tersebut, 876 orang terkonfirmasi positif, di mana 593 orang di antaranya sembuh dan 25 orang meninggal dunia. (jp)

  • Dipublish : 12 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami