Sumber Air Baku PDAM Menipis di Sidrap

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SIDRAP — Sebagian wilayah Kabupaten Sidrap dilanda kekeringan akibat kemarau yang terjadi sejak hampir dua bulan terakhir. Hal itu juga mengakibatkan ketersedian air baku dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sidrap menipis, sehingga memengaruhi distribusi air bersih ke pelanggan.

Kabag Teknis PDAM Sidrap, Andi Anas mengatakan, bahwa musim kemarau yang terjadi mempengaruhi debit sumbet air baku PDAM di Sungai Salokarajae, Desa Teppo, Kecamatan Watang Pulu. “Ketersediaan air baku di musim kemarau saat iji menipis. Dan tentu saja berpengaruh kepada pelayanan,” katanya disela-sela peninjauan galian pipa PDAM di Amparita, Selasa, 3 September.

Dikatakannya, bahwa saat ini kondisi air baku di bendungan Salokarajae itu sudah menyusut dan ketinggiannya airnya hanya 50 centimeter (cm) yang biasanya kedalaman air mencapai hingga 5 meter jika musim hujan. Hal itu, kata dia tentu berdampak menurunnya produksi air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang tentunya memengaruhi distribusi air bersih ke pelanggan.

Menurut Andi Anas, tiap hari kondisi air terus menurun karena tidak ada hujan di hulu sungai yang mengarah ke bendungan, sehingga persediaan air kian menipis. “Pada musim hujan, ada sekitar 30 ribu kubik air yang mampu ditampung dengan produksi air di dua IPA Salokarajae kisaran 20 liter dan 30 liter per detik, sekarang dibawahnya,” kata Anas.

Saat musim hujan, lanjutnya produksi air sangat bangus dan mampu menjangkau 1.000 lebih pelanggang di Kecamatan Tellu Limpoe, yang saat ini mengalami kekeringan. Ditempat yang sama, Direktur PDAM Sidrap, Zul Asqar T meminta kesabaran masyarakat karena pihaknya tengah berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan.

Utamanya, kata dia dalam hal pembagian air secara merata karena air baku PDAM menipis. Selain itu, dirinya juga tengah mengajukan mobil tangki untuk pendistribusian air PDAM kepada pelanggang. Disamping itu juga, telah melakukan penggalian untuk pipa PDAM sepanjang 1,9 kilometer dari arah Parinyameng ke Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe. “Artinya, jika pengerjaan itu nanti selesai sekitar dua minggu kedepan, maka air PDAM tidak lagi memutar jauh untuk bisa masuk ke pemukiman warga Massepe dan Teppo,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas PDAM Sidrap, Dahlia juga terlihat turun langsung melihat kondisi saat ini di wilayah kekeringan itu. Mantan Ketua KPU Sidrap saat mendampingi Direktur PDAM Sidrap, Zul Asqar T mengaku, bahwa dia turun untuk mengecek pembangunan sekaligus menyerap keluhan pelanggang. (prp)

 

 

Sumber: parepos.fajar.co.id

  • Dipublish : 4 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami