Surat Edaran Libur Sekolah Dicabut, Kemendagri Apresiasi Pemkab Natuna

WNI yang berhasil dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, tiba di tanah air. (Istimewa)
WNI yang berhasil dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, tiba di tanah air. (Istimewa)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Natuna yang membatalkan edaran libur pelajar selama masa karantina Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok. Pencabutan surat edaran libur sekolah itu ditandatangani langsung oleh Bupati Natuna Wan Siswandi.

“Kita apresiasi dan mengucapkan syukur, Surat Edaran sudah dicabut dengan Nomor 800/Disdik/48/2020 tanggal 3 Februari 2020 ditandatngani oleh Pak Wan Siswandi atas nama Bupati Natuna,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar dalam keterangannya, Selasa (4/2).

Bahtiar mengharapkan, siswa dan guru dapat langsung akan melakukan proses belajar-mengajar pasca surat edaran dicabut. Karena meliburkan sekolah hanya akan mengganggu proses belajar siswa.

“Setelah dicabut, besok siswa sudah bisa kembali ke sekolah, karena kalau sampai meliburkan sekolah, hanya akan mengganggu proses belajar, apalagi mau menghadapi ujian,” ucap Bahtiar.

Keputusan membuat surat edaran untuk meliburkan sekolah, dinilainya merupakan suatu hal yang wajar. Mengingat, tujuan utamanya dalam rangka melindungi masyarakat dan pelajar setempat. Namun, minimnya informasi akhirnya menimbulkan kesalahpahaman.

“Wajar ya seorang kepala daerah kan melindungi kepentingan warganya, melidungi kepentingan masyarakatnya, apalagi ada desakan warga, tentu sebagai pemimpin kan merespon aspirasi warganya karena mungkin ketidaktersediannya informasi yang lengkap dan cukup,” ungkap Bahtiar.

Kemendagri Minta Bupati Natuna Cabut Kebijakan Meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar

Bahtiar menegaskan, WNI yang dikarantina di Natuna adalah orang-orang yang sehat yang sedang dalam pengecekan kesehatannya.

“Setelah mengetahui yang datang ini prinsipnya sehat semua, justru diadakan pengertian (terhadap) kata karantina itu. Karena kata karantina itu kan kesannya orang yang sudah terkena (virus corona), padahal mengkarantina ini mengisolasi supaya memastikan dan dicek secara baik lagi, ini untuk memastikan kondisinya,” terang Bahtiar.

Kendati demikian, Bahtiar memastikan Pemda Natuna pada dasarnya mendukung upaya pemerintah untuk melakukan untuk memastikan kesehatan WNI yang datang dari Wuhan, Tiongkok.

“Prinsip pemda Natuna mendukung kebijakan pemerintah. Terimakasih Bupati Natuna dan jajaran pemda Natuna yang telah melaksanakan arahan Menteri Dalam Negeri,” pungkas Bahtiar. (jp/jm)

  • Dipublish : 4 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami