Surati Jokowi, WHO Desak Indonesia Umumkan Darurat Nasional Virus Corona

ILUSTRASI: Presiden Jokowi (Foto Biro Pers Istana)
ILUSTRASI: Presiden Jokowi (Foto Biro Pers Istana)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkirim surat pada Presiden Joko Widodo menyusul 69 kasus positif virus Korona jenis baru yang ditemukan di Indonesia. Empat pasien di antaranya meninggal dunia positif COVID-19.

Surat WHO itu dikonfirmasi oleh pihak Kementerian Luar Negeri. “Betul (surat dari WHO),” kata Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada wartawan, Jumat (13/3).

“Saya mendapat kehormatan untuk menulis kepada Anda untuk menyatakan penghargaan saya atas upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam mengatasi situasi COVID 19 di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam suratnya tertanggal 10 Maret 2020.

Tedros menjelaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerja tanpa lelah bersama Negara-negara Anggota dan jaringan para pakar untuk menganalisis dan menyebarluaskan informasi penting atas tanggapan COVID-19. Untuk mengalahkan virus ini, setiap negara perlu mengambil langkah-langkah kuat yang dirancang untuk memperlambat transmisi dan menahan penyebarannya.

“Sayangnya, kami telah melihat kasus yang tidak terdeteksi atau terdeteksi pada tahap awal wabah yang mengakibatkan peningkatan signifikan dalam kasus dan kematian di beberapa negara,” ujarnya.

Untuk tujuan ini, WHO terus mendesak negara-negara untuk fokus pada deteksi kasus dan kapasitas pengujian laboratorium, terutama di negara-negara dengan populasi besar dan berbagai kapasitas sistem kesehatan di seluruh negara. Kelanjutan deteksi dini merupakan faktor penting untuk memahami penularan COVID-19 dan untuk dapat menahan pecahnya beberapa kasus dan kluster pertama.

Di daerah di mana ada transmisi lokal yang sedang berlangsung tidak terdeteksi atau kurang terdeteksi, WHO sangat merekomendasikan tindakan mendesak untuk mengurangi transmisi dan mencegah penyebaran lebih lanjut. “(WHO mendesak Indonesia) meningkatkan mekanisme tanggap darurat termasuk deklarasi darurat nasional, mengedukasi dan berkomunikasi secara aktif dengan publik melalui komunikasi risiko yang tepat dan keterlibatan masyarakat,” paparnya.

Lalu juga mengintensifkan kasus agar berakhir dengaj pelacakan kontak. pemantauan, karantina kontak, dan isolasi kasus. Kemudiam memperluas pengawasan COVID 19 menggunakan sistem pengawasan penyakit pernapasan yang ada dan pengawasan berbasis rumah sakit. “Saya menguji kasus-kasus yang dicurigai per-definisi kasus WHO, menguji pasien yang diidentifikasi melalui pengawasan penyakit pernapasan,” jelasnya.

Kemudian Indonesia diminta membangun kapasitas laboratorium yang memadai dan terdesentralisasi yang akan memungkinkan tim untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok penularan sehingga tindakan segera dapat diambil. Termasuk pengujian tidak hanya kasus-kasus dengan hubungan langsung yang diketahui dengan kasus positif. Dan mendeteksi semua pasien yang menderita influenza seperti penyakit dan pernapasan akut parah.

“Saya mengintensifkan promosi langkah-langkah kesehatan masyarakat, termasuk kebersihan tangan, etika pernapasan dan mempraktikkan jarak sosial,” katanya.

“Saya akan sangat menghargai dukungan penuh Anda untuk menerapkan langkah-langkah kesehatan di masyarakat Saya juga akan berterima kasih jika Republik Indonesia dapat memberikan informasi terperinci kepada WHO tentang pendekatan pengawasan dan pengujian, identifikasi kontak, dan pelacakan kontak untuk COVID l9 dan data atau ringkasan apa pun. Penting bahwa WHO menerima data penting tersebut untuk memfasilitasi penilaian risiko yang lebih komprehensif secara global, dan untuk secara efektif berkolaborasi dan berkoordinasi dengan kementerian kesehatan dan otoritas nasional yang relevan dari semua negara yang terkena dampak,” tandasnya.

“Saya mengandalkan kepemimpinan pribadi dan kemauan politik Anda, yang tidak hanya mencerminkan kedekatan yang kuat dengan WHO, tetapi juga menunjukkan komitmen Republik Indonesia terhadap global keamanan kesehatan,” tutupnya. (jp/jm)

  • Dipublish : 14 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami