Tagihan Listrik Bulan April, PLN Pakai Data Pemakaian 3 Bulan Terakhir

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerapkan kebijakan perhitungan tagihan listrik di tengah pandemi virus korona COVID-19. Nantinya, PLN akan ambil rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir kepada pelanggan pascabayar untuk pembayaran rekening pada April.

“Untuk pembayaran rekening bulan April, perhitungannya menggunakan data dari historis rata-rata pemakaian kWh pada bulan Desember, Januari dan Februari,” ujar Senior Executive Vice President (SEVP) Dept. Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono  dalam siaran pers, Kamis (26/3).

Sehingga, pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan ditangguhkan sementara waktu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Kebijakan ini diberlakukan agar pelanggan merasa tenang dan tidak perlu repot dan kuatir untuk berinteraksi dengan petugas. Dirinya menambahkan, jika ada pengaduan atau keluhan pelanggan terkait ketidaksesuaian pencatatan stand akhir kWh meter dan perhitungan rekening, akan diperhitungkan pada rekening bulan depan.

“Sehingga pelanggan tetap tidak akan dirugikan,” katanya.

Pihaknya pun menghimbau agar masyarakat dapat melakukan pembayaran secara online untuk meminimalisir kontak fisik antara pelanggan dengan petugas. Pembayaran listrik dapat dilakukan di mana saja tanpa harus mendatangi kantor PLN.

“Diantaranya melalui ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya ataupun melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya,” katanya. (jp)

  • Dipublish : 26 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami