Tak Terima Dianggap Bunuh Diri, Orang Tua Yodi Bawa Keterangan Dukun

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat konferensi pers kasus kematian karyawan Metro TV Yodi Prabowo. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat konferensi pers kasus kematian karyawan Metro TV Yodi Prabowo. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Orang tua karyawan Metro TV Yodi Prabowo sempat memprotes hasil penyelidikan polisi. Mereka tak terima anaknya dianggap meninggal karena bunuh diri. Keluarga tetap beranggapan Yodi menjadi korban pembunuhan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, sebelum hasil penyelidikan disampaikan ke publik, penyidik telah menjelaskan terlebih dahulu temuannya kepada orang tua korban.

“Bapak ibunya sudah saya undang, dijelaskan hasil penyelidikan mengarah ke bunuh diri,” ujar Tubagus saat dihubungi, Senin (27/7).

Orang tua Yodi sempat kembali menyakinkan penyidik bahwa kasus ini adalah pembunuhan. Namun, barang bukti yang diberikan keluarga tidak bisa dijadikan untuk proses hukum. “Informasinya dari orang pinter (dukun), saya nggak percaya yang kayak gitu. Kalau dari dukun gimana saya menindaklanjutinya?” Jelas Tubagus.

Di sisi lain, Tubagus menyampaikan kepada orang tua Yodi bahwa kasus tersebut tidak ditutup. Mereka bisa kembali melakukan penyelidikan apabila ada bukti baru yang kuat untuk menyakinkan jika Yodi adalah korban pembunuhan. “Cuma informasinya harus mendasar, harus logis, bukan dari orang kesurupan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan menyampaikan penyebab kematian Yodi Prabowo diduga kuat karena bunuh diri. Hasil penyelidikan dan penyidikan tidak menemukan bukti bahwa ada pelaku lain yang membunuh korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, penyidik telah melakukan analisa mendalam terhadap temuan di TKP, hasil otopsi, barang bukti, keterangan saksi hingga keterangan ahli. Seluruh mendapat hasil yang diduga kuat bahwa Yodi tewas bunuh diri.

“Dari beberapa faktor penjelasan TKP, saksi ahli, saksi, olah TKP, keterangan yang lain dan bukti petunjuk yang lain, penyidik berkesimpulan diduga kuat melakukan bunuh diri,” kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7).

Yodi sendiri ditemukan tewas di Pinggir Tol JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Jenazah tampak mulai membusuk dan bersimbah darah. (jp)

  • Dipublish : 27 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami