Tak Terima Diberhentikan Secara Sepihak, Ratusan Buru Unjuk Rasa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MURATARA – Ratusan buru yang tergabung dalam Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (Serbundo), lakukan aksi demo di depan gerbang perusahaan PT Lonsum, Selasa (18/02).

Ratusan massa yang melakukan aksi demo tersebut, mendatangi perusahaan PT Lonsum dan melakukan aksi damai dari beberapa Desa dalam wilayah Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Kedatangan rombongan buruh tersebut menggunakan Sepeda motor maupun kendaraan roda empat, dan melakukan aksi damai menggunakan penguat suara.

Dalam aksinya, Kordinator Aksi sekaligus Ketua DPC Sirbundo Muratara, Rinto Simamorang menyampaikan peryataan sikap dan tututan pekerja anggota Sirbundo PT Lonsum terkait pemutusan hubungan kerja sepihak, pakaian kerja yang belum diperbaiki, pemaksaan (Diwajibkan) PKWT, pemutusan hubungan kerja PKWT dan tanpa adanya pesangon.

Dalam aksinya juga dirinya mendesak pihak perusahaan secara terbuka memberikan penjelasan maupun penyelesaian terhadap tuntutan massa.

“Sesuai kesepakatan jika tidak ada kejelasan dan keputusan pihak perusahaan menyelesaikan permasalahan ini maka kami akan bertahan disini. Dan untuk sementara akan melumpuhkan aktivitas perusahaan sebelum adanya keputusan dari pihak pimpinan PT. Lonsum,”bebernya.

Serupa yang disampaikan oleh Nurhani salah satu mantan pekerja perusahaan PT Lonsum yang mana dirinya bekerja sebagai mandor pembibitan.

“Saya bekerja sejak tahun 1994 dan sampai 2019 lalu diberhentikan oleh pihak perusahaan secara sepihak dan tanpa sebab. Selain itu saya diberhentikan juga tanpa adanya pesangon yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan,”jelasnya.

Untuk itu, dirinya bersama tenaga kerja lainya melakukan aksi damai untuk menuntut pihak perusahaan. Agar dapat merialisasikan apa yang menjadi kewajipan perusahaan terhadap tenaga kerja yang selama ini telah dikerjakan.

Sememtra itu, Manejer PT Lonsum Syahrul sempat menemui sejumlah massa dan meminta mediasi dan audiensi perwakilan dari massa didalam ruangan untuk menyampaikan tuntutan mereka.

“Saya juga disini sebagai pekerja, jadi lebih baik kita lakukan audiensi didalam ruangan perwakilan dari massa untuk menyampaikan tuntutan. Dan akan kami sampaikan apa yang menjadi tuntutan kepada pimpinan di Pusat (Jakarta, red),”katanya.

Namun sayangnya, solusi yang diminta oleh pihak perusahaan ditolak mentah-mentah oleh ratusan massa agar dapat diselesaikan dilapangan. Suapaya apa yang menjadi keputusan dapat didengar secara bersama. (lam/fin)

  • Dipublish : 19 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami