Tambah Pasokan, Pertamina : Awasi dan Laporkan Agen dan Pangkalan LPG yang Terbukti Curang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR– PT Pertamina kembali menambah pasokan LPG Subsidi 3 Kg jelang H-2 hari raya Idul Adha. Selain menambah pasokan, Pertamina juga meminta seluruh elemen masyarakat, Instansi terkait serta aparat keamanan untuk bersama-sama bersinergi dalam pengawasan distribusi LPG Subsidi 3 Kg agar tepat sasaran dan sesuai peruntukkannya.

Pertamina sebelumnya telah memprediksi peningkatan konsumsi LPG Tabung 3 Kg subsidi di Sulawesi Selatan jelang Idul Adha 1440 H. Khusus untuk Kota Parepare, Pertamina telah menambah alokasi LPG Subsidi 3 Kg sebesar 15 % atau sebanyak 21.280 tabung, Kabupaten Pinrang tambahan alokasi sebesar 14 % atau sebanyak 44.240 tabung.

Sedangkan untuk Kabupaten Sidrap tambahan alokasi 21 % atau sebanyak 62.720 tabung juga di gelontorkan untuk masyarakat miskin dan pengusaha mikro disana, Kabupaten Soppeng juga ditambah sebesar 17 % atau sebanyak 35.840 tabung. Dan untuk Kabupaten Wajo sebanyak 63.840 tabung LPG Subsidi 3 Kg atau 19 % juga ditambahkan alokasinya.

Pjs Unit Manager Communication & CSR, Ahad Rahedi menjelaskan, untuk Kota Parepare dan beberapa Kabupaten disekitarnya, alokasi sudah ditambahkan sejak awal Agustus ini hingga sekarang, Pertamina juga telah melarang pangkalan untuk menjual ke pengecer yang berniat mengambil kesempatan dalam momen kali ini, setiap Agen LPG juga diperintakan untuk menyalurkan LPG ke pangkalan tepat waktu, serta memberikan peringatan berupa sanksi yang tegas jika melanggar.

“Beberapa langkah antisipasi sudah kita lakukan, salah satunya dengan Operasi Pasar yang di sebar di beberapa Kota dan Kabupaten di Sulsel. Pertamina juga terus melakukan sidak terhadap agen dan pangkalan, serta menjalin kerjasama dengan Pemda dan Pihak Kepolisian dalam pengawasan, terkait peruntukkan LPG Subsidi 3 Kg yang hanya untuk masyarakat kurang mampu” tutur Ahad.

Pertamina selalu memastikan ketersediaan LPG khususnya 3 kg yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu sesuai dengan aturan Pemerintah. Ahad menghimbau masyarakat untuk membeli gas LPG Tabung 3 Kg di pangkalan resmi.

Ketika menemukan agen atau pangkalan LPG yang terbukti melanggar, misalnya menjual di atas HET, menimbun, atau menjual LPG ke pengecer dalam jumlah banyak yang bukan peruntukkannya, setiap elemen masyarakat bisa langsung melaporkan ke call center Pertamina di nomor 135 atau aparat keamanan dan instansi terkait. “Jika terbukti, Kami pastikan Agen atau Pangkalan akan diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Pertamina juga menghimbau untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat mampu yang penghasilan per bulannya diatas Rp. 1,5 juta untuk dapat beralih ke LPG Non Subsidi. Salah satu produk LPG Non-subsidi Pertamina adalah BrightGas, yang saat ini telah tersedia dengan berbagai ukuran yakni BrightGas 12 kg, BrightGas 5,5 kg dan BrightGas Can 220 gr. Yang paling sesuai dengan ibu-ibu rumah tangga adalah BrightGas 5,5 kg yang enteng, hemat, nyaman dan berkualitas. Sebagai produk substitusi untuk masyarakat yang mampu agar bisa beralih dari LPG 3 kg yang bersubsidi.

Untuk mendorong masyarakat mampu serta pengusaha rumah makan agar menggunakan LPG Non Subsidi, Pertamina tetap melaksanakan program tukar tabung LPG Subsidi 3 Kg dengan Bright Gas. “Penukaran dua tabung LPG Subsidi 3 Kg dengan Bright Gas 5,5 Kg sudah dengan isi hanya Rp 75.000. Sedangkan satu tabung LPG Subsidi 3 Kg dengan Bright Gas 5,5 Kg sudah termasuk isi sekitar Rp 170.000,” imbuh Ahad.

Masyarakat bisa ikut lebih aktif lagi dalam meningkatkan pelayanan Pertamina, terutama dalam pendistribusian BBM dan LPG dengan cara menghubungi Call Center 135 dan email ke pcc@pertamina.com.(rls/ade)

  • Dipublish : 10 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami