Tambah Satu Tenaga Medis, Kasus Positif Covid-19 di Magetan 46 Pasien

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAGETAN,– Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terus bertambah. Sampai dengan Jumat (1/5) pukul 19.00 WIB, terkonfirmasi tambahan satu orang pasien. Sehingga, jumlah keseluruhan kasus Covid-19 mencapai 46 orang.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan Saif Muchlissun mengatakan, tambahan satu pasien Covid-19 tersebut merupakan yang bertugas mengawasi pasien positif Covid-19 di Temboro, Magetan. Pasien laki-laki berusia 38 tahun asal Kecamatan Takeran tersebut, menjadi pasien ke-46 kasus Covid-19 di Magetan. Hal tersebut diketahui berdasar hasil pemeriksaan swab yang telah dikeluarkan Balitbangkes Kemenkes pada Jumat (1/5).

”Ini memang sudah risiko. Begitu berat beban pekerjaan yang harus dialami garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Ada satu tambahan dari tenaga medis yang terkonfirmasi positif korona,” ujar Muchlis seperti dilansir dari Antara di Magetan pada Jumat (1/5) malam.

Saat ini, kata dia, yang bersangkutan telah diminta untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Pemkab Magetan juga langsung melakukan pelacakan terhadap penderita tersebut. Penelusuran melibatkan petugas dari dinas kesehatan (dinkes) setempat.

Dengan tambahan satu pasien positif tersebut, kata Muchlis, total pasien positif Covid-19 di Magetan menjadi 46 orang dari sebelumnya 45 orang. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya telah sembuh dan satu meninggal dunia. Sisanya dirawat di RSUD Sayidiman Magetan, Ponpes di Temboro, dan pulang ke daerah asalnya di Kalimantan.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur mencatat, Kabupaten Magetan berada di urutan ketiga jumlah terbanyak kasus COVID-19 dengan jumlah mencapai 46 pasien. Di urutan kedua Kabupetan Sidoarjo dengan 110 pasien dan terbanyak Kota Surabaya 496 pasien positif korona.

Sementara itu, sebanyak 94 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Desa Temboro, Magetan, asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, akan menjalani rapid test ulang untuk mendeteksi kemungkinan paparan Covid-19, setelah wilayah ponpes setempat dinyatakan sebagai zona merah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono mengatakan, ke-94 santri tersebut sebelumnya dinyatakan nonreaktif pada rapid test tahap awal. Sejak kasus positif korona di Temboro meledak, Pemkab Madiun berhasil melacak 104 santrinya dan segera melakukan rapid test.

”Ada 104 santri asal Kabupaten Madiun yang baru pulang dari Ponpes Temboro dan telah dilakukan rapid test pertama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 santri hasilnya reaktif dan 94 nonreaktif,” ujar Soelis. (jp)

  • Dipublish : 2 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami