Tanda-Tanda Pasien Tertular Omicron, Alami Kelelahan Ekstrem

Ilustrasi penanganan pasien Covid-19.Foto: Ricardo/JPNN.com
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19.Foto: Ricardo/JPNN.com
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Pengetatan perbatasan diberlakukan di sejumlah negara menyusul merebaknya varian Omicron. Israel menjadi negara pertama yang langsung menutup diri.

Mulai tengah malam kemarin (28/11), warga asing dilarang masuk negara tersebut. Kebijakan itu berlaku hingga 14 hari ke depan.

Untuk warga Israel yang pulang dari luar negeri, mereka harus dikarantina tiga hari. Itu berlaku untuk yang sudah divaksin. Yang belum divaksin harus menjalani karantina tujuh hari. Pemerintah setempat menetapkan beberapa lokasi khusus untuk karantina.

Saat ini sudah ada satu kasus Omicron yang masuk negara tersebut. Pemerintah akan melakukan pengawasan dan pelacakan kepada sekitar 50 warga Afrika yang berada di Israel. Mereka dimasukkan dalam daftar merah. ’’Kami mengibarkan bendera merah. Sebanyak 10 juta alat tes PCR akan dipesan untuk membendung varian yang sangat berbahaya ini,’’ ujar PM Israel Naftali Bennett seperti dikutip Agence France-Presse.

Negara-negara lain juga mengadopsi pengetatan turis yang masuk meski tidak seperti Israel. Terutama negara yang sudah kemasukan kasus Omicron. Australia misalnya. Sabtu (27/11) ada dua turis dari wilayah Afrika yang terdeteksi positif Covid-19 varian Omicron. Mereka naik pesawat Qatar Airways via Doha menuju Sydney.

Sebanyak 12 penumpang dari Afrika di penerbangan yang sama dinyatakan negatif. Meski begitu, mereka tetap dikarantina. Sekitar 260 penumpang dan kru pesawat juga diminta untuk isolasi.

Beberapa jam sebelum kasus pertama Omicron di Australia itu, pemerintah sudah menerapkan kebijakan pencegahan. Mereka melarang penerbangan dari sembilan negara Afrika masuk ke Australia selama 14 hari ke depan. Yaitu, dari Afrika Selatan, Namibia, Zimbabwe, Botswana, Lesotho, Eswatini, Seychelles, Malawi, dan Mozambik. Penduduk negara lain non-Australia yang pernah pergi ke sembilan negara tersebut selama dua pekan terakhir juga dilarang masuk selama 14 hari ke depan.

Di Belanda, kasusnya lebih banyak. Mereka mengidentifikasi 13 kasus Omicron dari 61 penumpang pesawat yang dikarantina karena positif Covid-19. Mereka semua baru tiba di Bandara Schiphol, Amsterdam, dari Afrika Selatan.

Negara-negara anggota Uni Eropa (UE), Jepang, AS, Kanada, dan yang lainnya telah menutup pintunya untuk turis dari negara-negara Afrika. Pemerintah Afrika Selatan bahkan sempat mengeluh. Mereka sudah berbaik hati memberi tahu adanya varian baru. Namun, alih-alih penghargaan, negaranya seperti mendapatkan hukuman. Hanya AS yang memuji transparansi Afsel. Itu mungkin bisa menjadi sindiran bagi Tiongkok yang selama ini tidak kooperatif terkait asal virus SARS-CoV-2.

Omicron yang memiliki puluhan mutasi itu memang berpeluang sangat menular. Kurang dari sepekan lalu para peneliti menyatakan masih ragu-ragu dengan kemampuan penularan varian baru tersebut. Mereka berharap varian dengan nama ilmiah B.1.1.529 itu hanyalah sebuah anomali. Sayang, itu hanya harapan. Sebab, saat ini Omicron sudah menyebar di berbagai negara.

Menteri Kesehatan Inggris Avid Javid menetapkan bahwa siapa pun yang masuk negara tersebut harus menjalani tes PCR dan mengisolasi diri sampai dinyatakan negatif. Mulai Selasa (30/11), pemakaian masker diwajibkan kembali di toko-toko dan transportasi umum. Angola, di lain pihak, menjadi negara pertama di wilayah selatan Afrika yang menghentikan penerbangan dari Mozambik, Namibia, dan Afrika Selatan.

Para peneliti saat ini sedang berkejaran dengan waktu untuk menentukan apakah Omicron bisa menghindari kekebalan tubuh yang dibentuk oleh vaksin. Data yang tersaji saat ini masih minim.

Sementara itu, dokter Angelique Coetzee dari Afrika Selatan menyatakan bahwa gejala yang muncul pasca tertular Omicron sangat ringan dan bisa sembuh tanpa ke rumah sakit. Dia adalah salah seorang dokter yang mengungkap adanya varian Omicron. Selama sepuluh hari terakhir, dia mengamati 30-an pasien yang tertular Omicron.

Dia mengakui bahwa beberapa pasien mengalami gejala yang tidak biasa. Salah satunya adalah kelelahan ekstrem. Situasi itu tidak wajar untuk pasien dengan usia muda. Mayoritas pasien merupakan pria di bawah 40 tahun. Kurang dari separonya sudah divaksin dan sisanya belum mendapatkan vaksin.

Gejala lainnya adalah sakit di persendian, tenggorokan gatal, serta batuk kering. Hanya beberapa pasien yang suhu tubuhnya naik. Itu membuatnya sulit terdeteksi jika hanya menggunakan alat pengukur suhu. Gejala yang relatif ringan tersebut tidak biasa dan tidak ditemukan pada varian sebelumnya.

Coetzee menilai, keputusan menutup perbatasan untuk warga Afrika adalah hal yang tidak adil dan terlalu terburu-buru. ’’Kami tidak mengatakan bahwa tidak akan ada gejala yang parah ke depannya. Tapi yang jelas, semua pasien saat ini hanya mengalami gejala ringan,’’ ujar Coetzee.

Dia bahkan yakin bahwa banyak penduduk Eropa yang sudah tertular varian tersebut. (jpc/jm)

  • Dipublish : 29 November 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami