Tarif Petepete untuk Umum Dibulatkan Rp7.000 Pelajar Rp 3.000

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perhubungan akhirnya duduk bersama Organisasi Angkutan Darat dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) untuk membicarakan persoalan penyesuaian tarif angkutan kota atau petepete.

Rapat berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Jalan Mallengkeri, Jumat (19/11) pekan lalu.

Hasil rapat penyesuaian tarif tersebut tidak jauh berbeda dengan usulan yang diajukan oleh pihak Organda Makassar. Oorganisasi tersebut rerata mengajukan kenaikan sebesar Rp2.000 untuk setiap trayek atau rute. Sehingga tarif petepete yang sebelumnya Rp5.000 naik menjadi Rp7.000.

Namun kenaikan tarif sebesar Rp2.000 tersebut berlaku untuk masyarakat umum. Sementara untuk pelajar, tarif yang dikenakan hanya sebesar Rp3.000. Ada penurunan Rp1.000 dibanding tarif lama sebesar Rp4.000.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Irsan Ramli mengatakan, pihaknya memahami adanya penyesuaian tarif ini. “Jadi sudah ada titik temu antara kemampuan pembayaran masyarakat dan masalah yangdialami supir petepete. Kenaikan tarif disepakati sebesar 30 persen untuk masyarakat umum,” ungkap Irsan Ramli.

Irsan mengatakan, penyesuaian tarif ini mengacu pada regulasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan. “Penyesuaian tarif dilakukan sesuai rumus yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Organda Makassar Zainal Abidin mengatakan, penyesuaian tarif yang yang disepakati tidak jauh berbeda dengan apa yang diusulkan Organda. Namun, lanjut dia, khusus untuk anak sekolah, diberi kompensasi membayar sebesar Rp3.000.

“Istilahnya ada subsidi silang. Penumpang umum seharusnya membayar Rp6.200, tapi dibulatkan menjadi Rp7.000. Sementara anak sekolah dari Rp4.000 menjadi Rp3.000,” ungkap Zainal.

Sebelum digelar rapat penyesuaian tarif, diketahui Organda secara sepihak menaikkan tarif petepete sebesar Rp2000. Alasannya, karena biaya operasional semakin meningkat karena petepete sudah menggunakan bahan bakar pertalite yang harganya lebih tinggi dibanding premium.

Supir pete-pete beralih ke pertalite karena sekarang sudah sangat jarang SPBU yang menyediakan premium. Padahal sebenarnya masih ada subsidi premium 54 persen lebih untuk angkot di Sulsel.

Sementara itu, Kepala Bidang Moda Transporasi Jasman Launtung mengatakan, hasil rapat ini akan disampaikan ke wali kota Makassar agar bisa ditindaklanjuti dengan penguatan hukum. Pihaknya akan segera menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) dan mencabut regulasi lama untuk penetapan penyesuaian tarif baru ini.

“Hasil ini akan kita buatkan resume dan akan kita sampaikan langsung ke Bagian Hukum. Kami sudah koordinasi. Setelah itu kami akan siapkan bahannya. Sudah ada draftnya kami buat perwalinya,” ungkapnya. (bkm/jm)

  • Dipublish : 22 November 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami