Task Force Turunkan Kasus Baru Covid-19 di 12 Provinsi Prioritas

BERJARAK: Bioskop di Jakarta kemarin kembali beroperasi dengan pembatasan penonton maksimal 25 persen dari total kapasitas. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
BERJARAK: Bioskop di Jakarta kemarin kembali beroperasi dengan pembatasan penonton maksimal 25 persen dari total kapasitas. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JawaPos.com – Sejak tim Task Force Covid-19 Kementerian Kesehatan turun ke 12 provinsi prioritas, sejumlah perbaikan telah terlihat. Misalnya, adanya penambahan jumlah rumah sakit rujukan. Jumlah keterisian tempat tidur ruang isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19 juga turun hingga di bawah 60 persen.

”Jika dibandingkan dengan sebelum tim diterjunkan, sekarang angka kesembuhan meningkat dan angka kematian di beberapa provinsi menurun,” tutur Sekjen Kemenkes Oscar Primadi kemarin (21/10).

Dua belas provinsi yang menjadi prioritas tim Task Force Covid-19 tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, dan Papua. Lalu, Banten, Aceh, dan Riau. ’’Dua belas provinsi ini yang kasus Covid-19 signifikan,’’ ungkapnya.

Oscar menjelaskan, tim melakukan pendampingan agar daerah punya pola intervensi penanganan Covid-19 yang sama dengan pusat. Tim terjun sejak pertengahan September lalu. Pada tahap kedua, tim melakukan pendampingan pada 5 hingga 12 Oktober. ’’Kunjungan ketiga akan dilakukan akhir Oktober,’’ ungkap Oscar.

Bentuk pendampingan dari tim tersebut adalah memetakan cara menurunkan angka kasus baru Covid-19. Juga, menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana menyatakan, pihaknya telah memetakan penyebab kematian pasien Covid-19 di wilayahnya. Sebanyak 95 persen pasien meninggal karena komorbid. Biasanya karena penyakit paru-paru atau diabetes. ”Karena penyakit bawaan akan lebih sulit untuk recovery kondisi kesehatan,” tuturnya.

Penyebab lain adalah pasien terlambat datang ke fasilitas kesehatan. Antisipasi yang dilakukan, Dinkes Jawa Timur memperbolehkan pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala menjalani isolasi di rumah. ”SDM dan alkes aman tiga bulan ke depan,” katanya.

Sementara itu, terkait vaksinasi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menuturkan, tidak semua masyarakat jadi sasaran vaksinasi. Terutama pada tahap awal. Sebab, tujuan yang dikejar adalah memperoleh herd immunity atau kekebalan komunitas. Artinya, 70 persen populasi harus mendapat vaksinasi Covid-19. ”Ini dengan asumsi seluruh penduduk punya tingkat kerentanan atau level keterancaman terhadap wabah sama. Asumsinya, viral load-nya merata dan sama,” tuturnya.

Namun, bila dilihat dari kasus yang ada di Indonesia, tidak semua daerah memiliki viral load sama. Pada tingkat satu provinsi saja, viral load hanya terpusat di beberapa kota. Itu pun tidak seluruh bagian kota memiliki viral load tinggi. Karena itu, nanti dilakukan pemetaan secara detail bagaimana kondisi di lapangan, termasuk viral load masing-masing, sebelum dilakukan vaksinasi. ”Kalau viral load-nya tinggi, bisa 70 persen divaksin,” katanya. (jp)

  • Dipublish : 22 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami