Temuan Baru Sebut Kasus Covid-19 di Inggris dari Prancis dan Spanyol

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Temuan terbaru para ilmuwan di Inggris meyakini wabah Covid-19 di Inggris terbawa dari Spanyol dan Prancis. Mereka meyakini 90 persen kasus virus Korona di Inggris dapat ditelusuri kembali ke tempat-tempat liburan Spanyol, Prancis, Belgia, dan Italia. Selain itu berkaitan dengan keterlambatan pemerintah melakukan penguncian di bandara.

Sebuah studi baru, yang dipimpin oleh pakar penyakit menular Profesor Oliver Pybus dan diterbitkan di Virological.org, menganalisis genom sampel virus dari 16.500 orang Inggris yang terinfeksi. Ini kemudian dibandingkan dengan hampir 12.000 sampel SARS-CoV-2 dari seluruh dunia, dengan 34 persen dikatakan berasal dari jenis yang sama dari Spanyol.

Dilansir dari Mirror, Jumat (12/6), 29 persen lainnya datang dari Prancis, 15 persen dari Belgia, dan 14 persen Italia, sementara hanya 0,08 persen dari kasus Inggris datang langsung dari Tiongkok, awal pandemi terjadi.

Virus ini dikatakan terus bermutasi yang berarti para ilmuwan harus membandingkan jenis yang saat ini ditemukan di Inggris dengan yang serupa yang ditemukan di tempat lain. Ini untuk memperkirakan kapan virus mulai menjangkiti warga Inggris.

Institute for Economics and Peace (IEP) mengatakan bahwa penyebaran Covid-19 sangat berkorelasi dengan perjalanan udara. Saat itu, Inggris bisa dibilang terlambat dalam penghentian perjalanan udara. Itu bisa disebut sebagai langkah “memfasilitasi penularan”. Kebijakan pemerintah Inggris tentang perjalanan udara telah menghadapi kritik besar selama pandemi.

Kedatangan internasional memang diwajibkan melakukan karantina 14 hari, tetapi pemerintah Inggris sebelumnya menolak seruan untuk membatasi penerbangan dari negara-negara berisiko tinggi. Pada saat itu, para pejabat bersikeras tidak ada bukti bahwa menutup perbatasan akan menjadi langkah efektif mengurangi wabah Covid-19.

Pada 6 Maret lalu, hanya satu hari setelah kematian pertama di Inggris akibat Coronavirus, Sekretaris Kesehatan Matt Hancock mengatakan pemerintah tidak mempertimbangkan untuk membatasi penerbangan. “Ini mungkin berubah jika Inggris berhasil mengatasi epidemi,” ucap Pybus. (jp)

  • Dipublish : 13 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami