Terdakwa Pencabulan Divonis 10 Tahun Penjara

ilustrasi
ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

BANDARLAMPUNG – Hendri (27) terdakwa pencabulan hanya bisa tertunduk lesu setelah Ketua Majelis Hakim Aslan Ainin menjatuhi dirinya dengan kurungan penjara selama 10 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (4/12).

“Menjatuhkan kurungan penjara selama 10 tahun terhadap terdakwa Hendri dan denda Rp1 miliar subsider kurungan penjara selama 6 bulan,” ujar majelis hakim dihadapan terdakwa.

Menurut majelis hakim, terdakwa yang merupakan warga Telukbetung Barat, Bandarlampung itu terbukti melanggar Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 17 tahun 2016 Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

“Lalu hal-hal yang memberatkan terdakwa iyalah telah memberikan hal yang trauma bagi korbannya juga berbuat asusila. Dan hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya,” ungkapnya.

Atas putusan itu, terdakwa pun menerima tanpa melakukan pikir-pikir terlebih dahulu. Untuk diketahui putusan majelis hakim ini lebih ringan yang dijatuhi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Supriyanti, dimana jaksa menuntut terdakwa dengan kurungan penjara selama 11 tahun.

Jaksa dalam dakwaannya menjelaskan, bahwa terdakwa dan saksi korban yang telah menjalin hubungan pacaran, pada hari Minggu tanggal 14 Juli 2019 sekira pukul 13.00 WIB, saksi korban datang ke rumah terdakwa, selanjutnya mengobrol, saat keadaan rumah sepi, terdakwa mengajak saksi korban ke dalam kamar terdakwa, terdakwa membujuk saksi korban agar bersedia di ajak bersetubuh dengan menjanjikan akan menikahi dan bertanggung jawab sehingga saksi korban terbuai dengan bujuk rayu terdakwa dan mau saat terdakwa.

“Hal itu pun dilakukan lagi oleh terdakwapada hari Minggu tanggal 21 Juli 2019 sekira pukul 16.00 WIB di dalam kamar rumah Ibu angkat terdakwa di Pardasuka Kabupaten Tanggamus. Selanjutnya terdakwa kembali melakukan perbuatannya pada hari Senin tanggal 22 Juli 2019 sekira pukul 15.00 WIB di dalam kamar mandi ibu angkat terdakwa,” ungkapnya.

Atas perbuatan terdakwa ini diketahui oleh kedua orang tua korban. “Tanpa pikir apapun terdakwa pun dilaporkan ke pihak kepolisian,” ungkapnya.

(fin)

  • Dipublish : 5 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami